BERSIN VS MENGUAP DI MATA ISLAM



fAKTA DI BALIK BERSIN DAN MENGUAP

Assalamualaikum wr. Wb.
Kali ini, aku akan membahas sedikit tentang fakta dari bersin dan menguap. Semua pasti pernah ngalamin lah yaa, tapi di antara kita masih ada beberapa yang tidak mengerti atau tidak tahu adab ketika bersin dan menguap.  Nah loh, bersin dan menguap aja pake adab. Dalam Islam, kalo bersin kita disunnahkan mengucapkan Alhamdulillah, sementara kalau menguap mengucapkan astaghfirullah. Nah mengapa demikian? Berikut pemaparannya berdasarkan ilmu agama islam dan ilmu kedokteran.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
      
”Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika ada di antara kalian yang bersin lalu mengucap hamdalah, maka setiap Muslim yang mendengarnya wajib menjawabnya. Sedangkan menguap sesungguhnya berasal dari setan, maka tahanlah semampunya. Dan bila ia mengatakan ‘haaahh’, maka setan akan tertawa.” (HR. Bukhari No. 6223). 

BERSIN

*      Mengapa Allah menyukai bersin?
Bersin adalah serangan yang bersifat kuat dan mendadak, menghembuskan udara bertekanan tinggi dari paru-paru melalui hidung dan mulut. Hembusan tadi ikut menyeret mikroba, debu, dan polutan yang sempat masuk ke sistem pernapasan. Kejutan yang dirasakan saat bersin akan menyegarkan urat-urat syaraf dan memulihkan konsentrasi. Nah, kenapa kita dianjurkan mengucap syukur setelah bersin (hamdalah)? Tepat sekali. Karena bersin datang dari Allah SWT  dimana di dalamnya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh.

Lalu, Mengapa Allah menyukai bersin? Al-Khatthabi mengatakan, sifat suka dan benci terpulang kepada sebabnya. Bersin disebabkan oleh kondisi tubuh yang enteng, terbukanya pori-pori, dan perut yang tidak kenyang. Sehingga, dengan demikian kita dapat mengoptimalkan beribadah kepada Allah SWT.

*      Adab saat bersin
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  beliau bersabda,

“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


Bila salah seorang dari kalian bersin lalu memuji Allah maka tasymitlah dia. Tapi bila dia tidak memuji Allah, maka jangan kamu tasymit dia.” (HR. Muslim no. 2992). Tasymit adalah mengucapkan ‘yarhamukallah’.”

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata:


Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” (HR. Abu Daud no. 5029, At-Tirmizi no. 2745, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4755)

Bagaimana Jika Lupa Membaca “Hamdalah”‎?
Menurut Ibnul Qayyim, tidak perlu diingatkan, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mengingatkan orang yang bersin di samping beliau, lalu tidak membaca hamdalah. Sedangkan menurut Imam Nawawi, perlu diingatkan. Sebab termasuk tolong-menolong dalam kebajikan.

Bagaimana Bila seseorang Bersin Berulang Kali?
Jika yang bersangkutan telah bersin berkali-kali, dan ia selalu mengatakan alhamdulillah, maka yang mendengar wajib menjawab yarhamukallah sebanyak tiga kali. Adapun bila ia bersin lagi, maka cukuplah dijawab anta mazkuum (engkau sedang flu), sebagaimana dalam hadis sahih riwayat Tirmidzi. Imam Tirmidzi lantas menjelaskan, sebagian perawi hadis ini mengatakan bahwa ungkapan anta mazkuum diucapkan saat mendengar bersin yang ketiga, dan sebagian lainnya menempatkannya pada bersin yang keempat. Intinya, yang menjadi ukuran ialah berapa kali ia mengucap hamdalah, dan bukan berapa kali ia bersin. Demikian menurut Imam Ahmad sebagaimana yang dinukil oleh Syaikhul Islam.

MENGUAP
*      Mengapa Allah membenci menguap?
Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang mengantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam. Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. menguap terjadi karena kondisi tubuh yang berat akibat konsumsi makanan yang berlebihan dan beraneka ragam. Kondisi ini menjadikan orang-orang tidak bersemangat beribadah kepada Allah SWT. pantaslah bila menguap dinisbatkkan kepada setan, karena ia membawa madharat bagi manusia.

*      Adab menguap
Rasulullah SAW. Menganjurkan kita agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri. Kita pun tidak boleh membesarkan suara saat menguap sehingga menimbulkan suara ‘haaa’, karena saat itu syaitan akan menertawai kita. Sehingga saat menguap, kita disarankan untuk mengucapkan istighfar.

Nah, guys, itu dia sedikit penggambaran tentang bersin dan menguap. Yuk kita sama-sama mengamalkan adab bersin dan menguap di atas. Semoga Allah merahmati kita semua. Amiin. J

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Total Tayangan Halaman