FF ME + U = LOVE [CHAPTER 4]
Titel : Me + You = Love
Author : Muthmainnah (@ienhainha)
Cast : Alif matata, Nabila
Althafunnisa (OC)
Support cast : Ozy Adriansyah,Salsa
winxs, others OC.
Genre : friendship, romance, sad
(maybe)
*0 0
0 Me + You = Love0 0
0*
Hari
ini, esok dan selamanya
Aku
tetap merindukannya
Chapter
4
*Author
POV
Alif
berjalan di tengah larutnya kota Jakarta,meski demikian jalanan ibu kota masih
padat merayap. Bersama dengan deru angin yang menusuk-nusuk badannya Ia terus
melangkah dengan memeluk badannya sendiri. Dengan tas samping yang dibawanya,Ia
membawa tubuh mungilnya masuk ke dalam sebuah café yang ramai dengan
pengunjung.
Alif
mengambil tempat yang biasa Ia tempati, meja nomor 9 yang menjadi salah satu
tempat bersejarahnya dengan Nabila, tempat yang selalu mereka gunakan untuk
bertukar pikiran mengenai cerpen mereka.
Ia
memesan segelas caffucino khas café ini, minuman favorit Nabila tiap mereka
datang kesini, dan sekarang menjadi minuman favorit Alif juga. Tak berapa lama,
seorang waitress menghampirinya
dengan segelas caffucino yang aromanya sudah menjalar di indera penciumannya.
Caffucino sudah di depan mata, Ia segera menyerputnya.
Ia
ke café ini sebenarnya untuk menghilangkan jenuhnya di rumah,setiap saat Ia
masih merenung menghamburkan angan-angannya yang lalu. Memang hanya satu bulan
bersama Nabila, tapi selama 31 hari itu, ada banyak hal yang bisa menemani
nostalgia Alif.
“Alif
Matata ?” seseorang menepuk pundaknya dan Alifpun menoleh.
“iyaa.
Kenapa ?” Tanya Alif dengan sopan, melihat pria paruh baya di sampingnya
tersenyum melihatnya.
“maaf
sebelumnya mengganggu ketenangan Anda. Tapi,café kami sedang banyak pengunjung,
sedangkan band yang kami undang berhalangan hadir.” Jelasnya sedikit ragu.
“jadi
?” Alif tersenyum kecut seolah mengerti maksud bapak berjas ini.
“bisa
bantu kami ? menyanyilah sebuah dua lagu untuk menghibur pengunjung kami. Kami
akan bayar, tapi . . .” omongannya terhenti, ada rasa tidak enak yang
menyelubunginya.
“tapi
?” alif mencoba menebak apa yang akan dikatakan pria ini.
“bayarannya
tidak seberapa, mungkin tidak sepadan dengan yang biasa Alif dapatkan kalau
manggung.” Lanjut pria tadi. Alif pun spontan tersenyum, pikirannya tepat.
Pasti ini mengenai bayaran.
Sedikit
lama berkutat dengan pikirannya Alif pun mengangguk ria menerima tawaran bapak
tadi, yang kemudian menjadi tolak senyum sumringah bagi bapak ini.
Alif
beranjak dari tempat duduknya,Ia lekas mengambil posisi di panggung sederhana
di café ini. baru saja Ia check sound, semua mata sudah tertuju padanya.
“Malem semuaa.. buat hari ini
Gua bakal nyanyiin dua buah lagu.
Lagu pertama buat kalian Matatastory.”
Irama
‘Me + You = Love’ pun terniang di telinga para pengunjung,semua menikmati
lantunan suara seorang Alif Matata.
……..
Without
you,I miss you.
Without
You,
Akuu
down,down,
Without
You,I miss you.
Em
Ai Es Es.
…….
Bait
terakhir dari lagu Alif matata, mengundang tepuk tangan meriah dari
pengunjung,sorak sorai pun riuh terdengar di café ini.
“Lagu kedua, buat seseorang yang
gua kangenin.
Dulu,sekarang, dan gua rasa
selamanya.”
Sontak
semua histeris mendengar pernyataan Alif barusan. Semua pengunjung merekam Alif
bernyanyi, tak lepas pula dari jepretan-jepretan mereka.
Band
pengiring Alif matata, sudah mengeluarkan lantunan nada indah pengantar lagu
D’Masiv-Merindukanmu.
Saat aku tertawa di
atas semua
Saat aku menangisi
kesedihanku
Aku ingin engkau selalu
ada
Akuuu, ingin engkau
Akuuuuu, kenang..
selama aku masih bisa
bernapas
Masih sanggup berjalan
Ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada dimana
Dengarkan aku ku
merindukanmu
Saat aku mencoba
merubah segalanya
Saat aku meratapi
kekalahanku
Aku ingin engkau selalu
ada
Aku ingin engkau
Akuuuu, kenang
Selama aku masih bisa
bernapas
Masih sanggup berjalan
Ku kan selalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada dimana
Dengarkan akuu
Ku merindukanmu
Selamaaa . .akuuu . ..
Mas . .
Bisa berna . .
Perlahan,suara
Alif tiba-tiba saja hilang, tanpa disadari, Ia terisak,air matanya berjatuhan di
tiap-tiap bait lagu yang ingin Ia nyanyikan, sesak di napasnya membuatnya
kesulitan mengeluarkan suara, sontak semua pengunjung tambah riuh, mendekat
pada Alif bertanya ada apa. Jepretan demi jepretan pun kian ramai, pengunjung
Nampak mengabadikan apa yang terjadi pada Alif sekarang. Tiap Alif mencoba
mensterilkan suaranya, lagi-lagi isakan tangis lebih besar mengalahkan getaran
suaranya. Ia memegangi dadanya yang serasa sesak, Ia tak hiraukan orang-orang
yang mengelilinginya.
Tiba-tiba
Alif memantapkan penglihatannya pada meja nomor 9, tempat Ia duduk tadi,
sekilas Ia melihat sosok yang dirindukannya itu,duduk tersenyum manis padanya.
‘Tuhan,
apakah ini nyata’ pikirnya di tengah isakan tangis yang dialaminya sekarang.
Gadis yang dilihatnya melambaikan tangan pada Alif. Sekarang Alif tambah
menjadi-jadi,Ia linglung seketika,saat dia menghampiri mejanya, sosok Nabila
sudah tidak ada disana,kosong. Tanpa menghiraukan pengunjung yang berhamburan
mendekatinya, Alif langsung keluar dari café masih dalam keadaan menangis.
*Alif
POV
Aku
berjalan sempoyongan meninggalkan café itu. Apa yang aku lihat tadi seperti
nyata,tapi kenapa malah menyayat hatiku. Ini lebih parah dari dua tahun yang
lalu sewaktu Nabila bakal pergi ke Jepang. Entah rasa sakit itu muncul lagi.
Selama ini, aku tidak lagi merasa sakit yang sedemikian rupa karena Nabila, aku
hanya merindukannya dan terus menunggunya.
Aku
duduk di di kursi taman, dibawah cahaya rembulan yang tidak begitu
terang,ditemani bintang-bintang yang beerkelap-kelip di atas sana. Aku mencoba
menetralkan napas sesakku. Kuseka air mataku yang tak kunjung usai.
Di
sepanjang lagu tadi, aku terus melayang bersama dengan kerinduan dengan
Nabila,sampai akhirnya tak kusangka napasku sesak,air mataku berjatuhan,
menghalangi suaraku keluar, hingga kulihat dia di mejaku, tepat di hadapanku,
dia tersenyum, dan dia berbicara. Aku menangkap apa yang Ia ucapkan,kalimat
yang membuatku semakin menjadi-jadi, terisak dalam tanpa henti.
Malam
semakin larut, aku kembali ke istanaku. Suasana di rumahku sudah sepi, semua
orang nampaknya sudah terlelap. Aku masuk ke kamarku,berbaring lelah di atas
kasurku. Seperti biasa, aku memutar beberapa lagu dari handphoneku. Saat kacau
seperti ini,aku bukan tipe yang mendengar lagu mellow, tapi entah kenapa,
sekarang aku sangat ingin mendengar lagu mellow untuk menemani risalah hatiku
sekarang ini,agar sedihnya membawa sedihku juga.
Kunikmati
lagu demi lagu yang kuputar,aku kembali membayangkan kehadiran Nabila di café
itu,wajah yang begitu lama tak Nampak di depan mataku,wajah yang selama dua
tahun aku rindukan. Halusinasiku benar-benar Nampak nyata.
Hidupku
benar-benar diliputi kesedihan hanya karena satu orang. My first love yang
memang susah untuk hilang.
‘Bil,”
lirihku dalam.
Aku
melangkah kecil menuju meja belajarku. Kembali kuambil bukuku,buku tempatku
membuang rasa sakit dan bahagiaku. Kugerakkan lincah jemari-jemariku.
Hati ini sudah terlalu
kosong.
Kutunggu dia dalam
kehampaanku.
Berharap dia kan
datang.
Tidakkahh dia lihat
wajah senduku ?
Mengingatnya terlalu
lama dalam penantian.
Teramat jauh untuk
kucari dia.
My first love.
Where are you ?
I really miss you.
Tidakkah dia lihat
gerakan jemari yang menulis tentangnya ?
Atau bait-bait lagu
yang kunyanyikan untuknya ?
Air mata ini, siapakah
obatnya ?
Isakan ini ? siapakah
obatnya ?
Aku laki-laki yang
mengenal cinta.
Aku laki-laki yang
menjadi gila karena dia.
Aku laki-laki yang
menangis untuk dia.
Aku laki-laki yang
masih setia menunggunya.
Tidakkah dia lihat arti
hadirku sekarang ?
Perasaan ini..
Apakah ini DOSA Tuhan ?
Apakah menjaganya dalam
hatiku adalah sesuatu yang harus aku hapus ?
Apakah perasaan ini
sesuatu yang tidak seharusnya ada ?
Lalu bagaimana aku
mengartikan perasaanku ?
Dimana akan kubawa
perasaan ini ?
Aku tidak ingin melupakannya.
Aku hanya ingin,
Sedikit hidup normal
meski tanpanya.
Ajari aku Tuhan.
Hapuskan rasa sakit
ini,
Kenapa mencintai
seseorang harus sesakit ini ?
Ya Allah…
Rintihan hatiku ini
hanya engkau yang mampu tau.
Hanya engkau yang
memahami kalimat-kalimat ini.
Jaga Aku tuhan.
Jaga Hatiku.
Jaga Imanku.
Barisan-barisan
kalimat yang kuakui adalah isi hatiku. Aku takut, rasa rinduku malah berbuah
buruk padaku sendiri. Aku kembali mencoba lebih tegar dari sebelumnya.
Kutitipkan perasaanku pada-Nya,kuharap kan tiba saatnya untuk kupetik kembali
rasa itu.
02.15.
Aku
belum tidur,masih kepikiran hal tadi. Perlahan hatiku mulai sedikit mereda dari
amukan,sedikit sirna dari kesedihan. Ku angkat badanku yang masih bugar dari
pembaringanku. Melangkah menuju kamar mandi, ku ambil sekian tetes air
wudhu,kubasuh seluruh ragaku yang lunglai akan perasaan.
Kuhamparkan
sejadah hijau di lantai kamarku,kurapihkan pakaianku, kuniatkan hatiku shalat
lail.
Tenang.
Damai.
Seperti
itulah keadaanku usai bertemu dengan-Nya,usai kuungkapkan semua keluh kesahku,
gundah gulanaku. Hanya pada Dia-lah tempatku kembali, berbincang tentang
kehidupan yang aku lakoni. Hatiku luluh, rasa kantuk pun sudah menyambarku,
kubaringkan ragaku di kasur empuk ini, mencoba lebih tenang lagi untuk hari
esok.
_____
Kutancap
gas motorku menuju satu tempat yang bersejarah untukku. Sekitar 40 menit aku
sudah sampai di tempat yang kutuju.
Semua
tidak berubah.
Tempat
ini sudah menjadi kunjungan spesialku tiap hari. Untuk hari ini,aku datang
dengan teman-temanku,hari ini adalah hari spesialku. 9 February 2015. Hari
ulang tahunku.
Dari
kejauhan sudah ramai teman-temanku dengan segala perlengkapan piknik kami. Aku
pun bergegas kesana,bergabung dalam suasana yang mereka buat. Aku udah baikan
sama si cowok sok keren itu,Ozy. Dia nyamperin aku,merangkul pundakku. Heyy,ini
udah satu tahun sejak kami baikan,permusuhan beberapa tahun yang lalu tinggal
sampah yang udah kita bakar di masa lalu.
Aku
sudah ada di tengah-tengah mereka, gak nyangka bakal seramai ini. kami pun
berlenggok indah saat music metal diputar mengisi suasana ulang tahunku saat
ini. meski ada yang kurang, tapi aku berusaha mewajarkan hal itu. Aku tidak
ingin terpuruk lagi. Biarlah Tuhan yang mengatur endingnya.
Kurasakan
bahagia itu kini, di tengah mereka yang menyayangiku,bersama teman-temanku,
bersama matatastory.
“Alif…”
aku mendengar sesorang memanggilku,sepertinya aku mengenali suara itu.
Aku
menengok,aku kaget melihat seseorang di hadapanku ini.
Aku
menghampirinya dengan perasaan tak percaya. Temanku yang lain masih asiik
bakar-bakar jagung.
“Kamu
udah berjambul aja.” Sahut pria paruh baya di hadapanku ini.
“ini
jambul bapak.” Jawabku terkekeh. Tapi ada yang ganjil,kenapa guruku disini tapi
gak bareng keponakannya.
“kita
bicara sebentar Yaa Lif.” Ajaknya. Kamipun duduk di bawah pohon rindang
memandang jauh teman-temanku yang tengah asiik di pinggir danau.
“Nabila
mana Pak ?” tanyaku padanya.
“ini.”
dia memberikanku sebuah amplop yang kutebak adalah sepucuk surat.
“kita
udah satu minggu di Bandung.” Sahutny setelah amplop itu berpindah di tanganku.
“di
Bandung ? jadi kalian di Indo ? kenapa gak ke Jakarta ? kenapa gak hubungin
saya Pak ?” tanyaku seraya kubuka amplopp itu.
“jawabannya
ada di dalam surat itu. Oiyya, Selamat Ulang Tahun yaa. Udah dewasa aja kamu.”
Tambahnya seraya mengelus rambutku lalu beranjak menuju keramaian teman-temanku
disana. Aku masih duduk bingung, lembaran kertas itu pun mulai kubuka.
Assalamualaikum,Lif.
Waaah,kamu
ulang tahun yaa. Happy birthday. Maaf gak bisa hadir di ulang tahun kamu.
Udah
lama yaa, dua tahun gak ketemu kamu,ternyata kangen juga.
Kamu
tau ?
Aku
matatastory lohh… aku pernah menjadi salah satu fans kamu yang ngirimin kamu
mention lewat twitter. waktu itu aku bilang, ‘Lif, I Miss You’ dan senengnya
aku, kamu ternyata rep mentionku, ‘Miss You too’. Aku bener-bener girang. Aku
rasa kamu gak ngenalin akunku, @althafunnisaa. Hihiihi,,,,
Maaf,,,
kamu bilang agar aku gak nangis saat baca cerpen kita, tapi aku malah nangis
sejadi-jadinya… ternyata sad ending emang kekanak-kanakan. Aku kayaknya lebih
suka ending cerpen kamu.
Tapi,
kamu jauh lebih bodoh dariku.
Kenapa
kamu ngelanjutin synopsis cerpenku ?
Kamu
tau,apa yang terjadi sekarang ?
Kisah
itu nyata,Lif. Nyata di hidupku, dan di hidup kamu.
Aku
perempuan berhijab yang sakit itu.
Dan
kamu,lelaki yang menjadikanku penyemangatmu.
Itu
nyata,Lif.
Alif
mulai meneteskan air mata, bait-bait surat yang kembali menyayat hatinya.
Ahhh..
Aku
merindukan sosok laki-laki yang menjagaku.
Aku
merindukan sosok laki-laki yang berdebat denganku.
Lif,
kamu juga ada di persimpangan hatiku.
Hati
yang dititipkan Tuhan untukku,
Hati
itu bergetar saat bersamamu,
Hati
itu nyaman saat di dekatmu.
Aku
pun bertanya-tanya, bolehkah aku memiliki rasa ini ?
Kuharap
Tuhan mengerti,
Aku
jatuh cinta.
Lewat
hati yang perlahan rapuh ini,kusimpan rasa sakit, rasaa rindu, dan rasa suka
ini,Lif.
Sangat
lucu… aku tidak tau bagaimana bilang sama kamu.
Surat
ini.
Aku
tulis kemarin sore. Ada perasaan kalut yang memerangiku.
Aku
kembali ke Indonesia dan menetap di Bandung, karena aku sakit.
Aku
minta pada ayahku,agar aku bisa mengakhiri napasku di tanah kelahiranku. Di
Indonesia, Bandung.
Mungkin,
saat surat ini sampai di tangan kamu, aku sudah ada di sisi-Nya, kembali
bertemu ibuku.
Maaf.
Tidak pernah menghubungimu selama dua tahun. Tak berapa lama aku di Jepang,aku
divonis dokter mengidap Leukimia. Terpukul, sakit, hancur. Itu yang aku rasa,
berpikir bahwa hidupku ternyata gak ada artinya lagi. Aku putuskan untuk tidak
berkomunikasi sama kamu, aku takut semakin sulit melupakanmu nanti.
Aku
ingin ke danau,tempat terindah itu.
Aku
ingin naik perahu,berdiri di atas air,berteriak sekencang mungkin..
Aku
ingin lebih lama lagi bersama keindahan di sekolah.
Aku
ingin menikmati caffucino kesukaanku di café tempat kita nyelesaiin cerpen.
Aku
ingin kembali ke masa satu bulan itu,
Bersama
kamu, Ozy, Salsa, dan tiga cewek tengik itu. Hehehe.
Gemetar
tanganku menulis surat ini,mengingat waktuku sangat singkat.
Kulukiskan
wajahmu dalam luasnya ingatanku
Kusimpan
rinduku dalam nyamannya tidurku
Kusimpan
perasaanku dalam sempitnya hatiku.
Berharap,masih
ada hari esok kan pertemukan kita.
Berharap
waktu kan mengerti keadaanku dan membawaku kembalii pada masa indah di dunia
ini.
Aku
rindu wajah kagetmu saat melihat Pak Chand di rumahku.
Aku
rindu wajah kesalmu saat aku lagi dan lagi membuat sad ending.
Aku
rindu keramahanmu saat pertama kali ketemu di depan gerbang sekolah.
Aku
rindu kenangan satu bulan itu.
Aku
rindu,sangat ingin kembali kemasa itu.
Tapi
Tuhan berkehendak lain….
Napasku
tak cukup panjang untuk masih berada di dunia ini.
Meski
kumeminta hingga menangis darahpun, itu tidak mungkin lagi.
Karena
aku milik-Nya.
Dan
sungguh, hanya kepada-Nyalah aku kembali.
Aku
senang bisa mengenalmu di hidupku.
Mengenalkanku
pada cinta.
Membuatku
melihat dunia yang lain bersama canda tawamu.
Terimakasih
sudah ada menjadi bagian dari kisah hidupku.
Aku
harus pergi.
Wassalam.
Nabila..A
*Author
POV
Isakan
tangis Alif kian besar, semua temannya pun memandang Alif miris dari kejauhan.
Alif berteriak menjadi-jadi, diremasnya kertas itu menjadi tak berbentuk,air
matanya kian deras saja. Entah bagaimana kondisinya saat ini,hatinya berkecamuk
kuat,Ia memeluk kakinya, menundukkan kepalanya diantara kedua pahanya.
Berteriak histeris, rasa tak kuat memang sedang melandanya. Disaat dia mencoba
tegar, kenyatan menyakitkan malah diterimanya.
*Alif
POV
Ya
Allah.
Apa
aku bermimpi ? bangunkan aku,Tuhan. Aku tidak suka mimpi ini. rasanya
benar-benar sakit,sangat sakit.
Aku
belum pernah melihatnya selama dua tahun, dan sekarang engkau sudah
merenggutnya dari dunia ini. tidakkah Engkau tau sakitku bagaimana ? aku
merindukan gadis tunarungu itu, sangat merindukannya, menantinya selama dua
tahun,dan sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa dia sudah tidak ada ?
kenapa Tuhan ? kenapa engkau memanggil-Nya ?
Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrgggggghhhh.
Aku
histeris,sangat tidak bisa kuterima kenyataan ini. inikah kado ulang tahunku ?
surat ini ? nabilaaaaaaaaaaaaaa……
“tadi
malam,jam 11, dia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.” Aku
mendengar suara Pak Chand yang tiba-tiiba datang memelukku erat. Aku merasakan
getaran suaranya yang turut menangis pula.
Jam
11 ?
Pada
waktu itu,aku melihat Nabila di café saat aku menangis,aku ingat apa yang dia
bilang padaku saat dia melambaikan tangannya.
‘Aku
harus Pergi’.
Kalimat
yang juga menjadi kalimat terakhir di suratnya, itulah yang aku lihat dari
gerakan bibirnya semalam saat membayangkan hadirnya dalam lagu yang
kunyanyikan. Apa itu tandanya ? apa dia mengucapkan salam perpisahan padaku
malam itu ?
Ya
Tuhaaaaannn….
Dia
pergi bersama sejuta kenangan bersamanya. Bagaimana mungkin dia pergi secepat
itu ? di bawah kolong langit ini,di antara rerumputan yang bergoyang ini,aku
tertunduk lesu,tak berdaya, memberontak dalam batinku. Di tempat terindah ini.
aku menerima suratnya. Di tempat ini pula,aku menangisi kepergiannya,di tempat
yang sangat ingin Ia kunjungi, tempat yang katanya Ia rindukan.
Aku
sendiri.
Aku
kembali down.
Aku
kembali tepuruk.
Aku
kembali hancur.
Aku
masih merindukannya dalam kehampaanku.
Aku
ingin melihatnya dalam sedihku.
Dia
tak ada lagi di pelupuk mataku. menemaniku dalam sedih atau sukaku. Kehampaan
hatiku yang kian lama semaki rapuh akan kepergiannya. Dia kembali dengan
kenyataan yang sangat tidak bisa ku terima. Dua tahun. Selama itu dia
membiarkan ragaku lunglai akan perasaan rindu akan dirinya, dan dalam sekejap
lewat sepucuk surat dia menyapaku, membuatku tersenyum miris, membuatku
terisak, membuatku tak mampu berkata-kata.
Menangis.
Histeris. Apalagi yang bisa kulakukan sekarang. Rasa kehilangan yang menghambur
di seluruh perasaanku yang berkecamuk akan rindu. Ku tunggu dia dalam penantian
yang hampa. –hiks-hiks- aku terisak. Membayangkan dia sudah ada di alam yang
berbeda denganku, dia sudah bertemu ibunya.
_____
Aku
sudah berdiri di samping pusaranya. Dia benar-benar sudah ada di bawah timbunan
tanah ini, rumah terakhir-nya.
Kumohon jaga dia.
Beri dia tempat
terindah di sisi-Mu.
Aku menyayanginya.
Masih
sulit untuk kujalani hari-hariku seperti biasa. Aku masih merasa lungling akan
semuanya. Ini tidak akan lama, aku yakin Nabila pun akan tersiksa kalau aku
seperti orang frustasi sepertii ini. kaan kucoba, akan…. Setegar batu karang di
lautan akan kucoba….
Di
sini, di danau ini, kusenandungkan laguku. Lagu yang kutulis dengan jemariku,
lagu yang mengisyaratkan hatiku. Hatiku yang masih merasa kehilangan. Akan
kurindukan dirinya dalam langkahku,akan kubahagiakan dia dari sini, akan kujaga
dia.
Dalam
sendiri ini, masih ada dia dalam ingatanku, selalu ada bayangnya dalam tidurku.
Sumpah, aku sulit melupakannya, sekian kali kucoba tegar, sekian kali pula ku
gagal tuk bangkit.
Ku
menyayanginya Tuhan. Seperti mimpi buruk di siang bolong. Tanpa pernah kulihat
lagi wajah lugunya,dia benar-benar sudah tiada. Pergi bersama semua kenangan yang
ada. Luka ini, hanya dia penyembuhnya.
Terimakasih
Nabila, hadir di antara sayup-sayup napasku, mendengar dendang tawaku, menyatu
dalam hatiku. Terimakasih..
Pernahkah kau merasa
sendiri di dunia ini
tak ada yang peduli
rasa takut terhempas
membunuh hancurkan
sisah hidupku
kuterbuang, dilupakan,
di antara dinding dan
kamarku,
menangis kulelah
tersenyum palsu,
luka yang kupendam
slalu.
Jangan bangunkan ku
pagi ini
Biarkan ku tidur tuk
selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup
Jangan bangunkanku pagi
ini
Biarkan ku tidur tuk
selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup
Pernahkah kau merasa
sendiri
Menghadapi rasa takut
ini, membunuhku hancurkan aku
Terbuang dilupakan
Di antara dinding dan
kamarku
ku menangis, ku lelah
tersenyum palsu
luka yang ke pendam
slalu
Jangan bangunkanku pagi
ini
Biarkan ku tidur tuk
selamanya
Lelahku bernapas
Lelahku untuk hidup
Jangan bangunkanku pagi
ini
Biarkan ku tidur tuk
selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup
Jangan bangunkanku pagi
ini
Biarkan ku tidur tuk
selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup
Dengarlah..
ini suara hatiku yang tersayat sakit karena kepergianmu. Mencoba tersenyum
dibalik kalut yang kau buat untukku. Aku lelah, sangat lelah.. menghirup udara
bebas ini tanpa ada kamu disisiku.
Hadirlah
di tiap-tiap mimpiku, jadilah ingatan terakhirku tanpa ada seseorangpun kan
menggantikanmu.
0 0
0__END___0 0 0
Akhirnya finish juga…
muter otak endingnya gimana.
Gimana matatastory ?
suka ?
Suka gak suka, makasih
udah nyempetin baca yaa..
Seperti biasa, apresiasi
kalian aku tunggu. J
16.50
|
Label:
FANFICTION
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Pages
Popular Posts
-
Puisi ini aku buat pada tanggal 28 Maret 2015, hari dimana aku ulang tahun, dan idola aku juga meninggal di hari sebelumnya. Olga Syahputra....
-
Annyeong!!!! Chapter VII sudah datang… Nungguin yaaa? –Enggak! L -- This is the next story of “My Mind”. Selamat membaca !!! Ti...
-
Nah, tema kali ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang sering banget kita lakukan. Tapi, tahu gak sih, kalau beberapa dari kebiasaan kita i...
-
Titel : Me + You = Love Author : Muthmainnah (@ienhainha) Cast : Alif matata, Nabila Althafunnisa (OC) Support cast : Ozy Adrians...
-
The Blue Diary Bab 5 “Fact” Buku diary itu masih terbuka dan tersimpan rapi di atas tangannya. Tapi sekarang, bada...
-
MEMBACA BASMALAH DI SETIAP MEMULAI AKTIVITAS Assalamu ’ alaikum Wr.Wb. Hallo teman-teman semua. Kali ini, aku nge-post lagi hal-h...
-
fAKTA DI BALIK BERSIN DAN MENGUAP Assalamu ’ alaikum wr. Wb. Kali ini, aku akan membahas sedikit tentang fakta dari bersin dan me...
-
JANGAN KULIAH KALAU TIDAK SUKSES (Furqon Kholid) A. Hukum-hukum kehidupan 1. Hukum kelembaman “sebuah benda ya...
-
Hayy readers… Ini FF pertamaku,maaf kalau banyak kekurangan, ini semata untuk menuangkan pikiranku … maybe bakalan garing, atau ban...
-
Chapter V datang menyambung cerita kemarin… Selamat membaca !!!! Title : My Mind Author : Muthmainn...
1 komentar:
no bad
Posting Komentar