FF ME + U = LOVE [CHAPTER 4]



Titel : Me + You = Love
Author : Muthmainnah (@ienhainha)
Cast : Alif matata, Nabila Althafunnisa (OC)
Support cast : Ozy Adriansyah,Salsa winxs, others OC.
Genre : friendship, romance, sad (maybe)

*0 0 0 Me + You = Love0 0 0*

Hari ini, esok dan selamanya
Aku tetap merindukannya

Chapter 4

*Author POV
Alif berjalan di tengah larutnya kota Jakarta,meski demikian jalanan ibu kota masih padat merayap. Bersama dengan deru angin yang menusuk-nusuk badannya Ia terus melangkah dengan memeluk badannya sendiri. Dengan tas samping yang dibawanya,Ia membawa tubuh mungilnya masuk ke dalam sebuah café yang ramai dengan pengunjung.

Alif mengambil tempat yang biasa Ia tempati, meja nomor 9 yang menjadi salah satu tempat bersejarahnya dengan Nabila, tempat yang selalu mereka gunakan untuk bertukar pikiran mengenai cerpen mereka.

Ia memesan segelas caffucino khas café ini, minuman favorit Nabila tiap mereka datang kesini, dan sekarang menjadi minuman favorit Alif juga. Tak berapa lama, seorang waitress menghampirinya dengan segelas caffucino yang aromanya sudah menjalar di indera penciumannya. Caffucino sudah di depan mata, Ia segera menyerputnya.

Ia ke café ini sebenarnya untuk menghilangkan jenuhnya di rumah,setiap saat Ia masih merenung menghamburkan angan-angannya yang lalu. Memang hanya satu bulan bersama Nabila, tapi selama 31 hari itu, ada banyak hal yang bisa menemani nostalgia Alif.

“Alif Matata ?” seseorang menepuk pundaknya dan Alifpun menoleh.
“iyaa. Kenapa ?” Tanya Alif dengan sopan, melihat pria paruh baya di sampingnya tersenyum melihatnya.
“maaf sebelumnya mengganggu ketenangan Anda. Tapi,café kami sedang banyak pengunjung, sedangkan band yang kami undang berhalangan hadir.” Jelasnya sedikit ragu.
“jadi ?” Alif tersenyum kecut seolah mengerti maksud bapak berjas ini.
“bisa bantu kami ? menyanyilah sebuah dua lagu untuk menghibur pengunjung kami. Kami akan bayar, tapi . . .” omongannya terhenti, ada rasa tidak enak yang menyelubunginya.
“tapi ?” alif mencoba menebak apa yang akan dikatakan pria ini.
“bayarannya tidak seberapa, mungkin tidak sepadan dengan yang biasa Alif dapatkan kalau manggung.” Lanjut pria tadi. Alif pun spontan tersenyum, pikirannya tepat. Pasti ini mengenai bayaran.
Sedikit lama berkutat dengan pikirannya Alif pun mengangguk ria menerima tawaran bapak tadi, yang kemudian menjadi tolak senyum sumringah bagi bapak ini.

Alif beranjak dari tempat duduknya,Ia lekas mengambil posisi di panggung sederhana di café ini. baru saja Ia check sound, semua mata sudah tertuju padanya.

“Malem semuaa.. buat hari ini
Gua bakal nyanyiin dua buah lagu. Lagu pertama buat kalian Matatastory.”

Irama ‘Me + You = Love’ pun terniang di telinga para pengunjung,semua menikmati lantunan suara seorang Alif Matata.

……..
Without you,I miss you.
Without You,
Akuu down,down,
Without You,I miss you.
Em Ai Es Es.
…….
Bait terakhir dari lagu Alif matata, mengundang tepuk tangan meriah dari pengunjung,sorak sorai pun riuh terdengar di café ini.

“Lagu kedua, buat seseorang yang gua kangenin.
Dulu,sekarang, dan gua rasa selamanya.”

Sontak semua histeris mendengar pernyataan Alif barusan. Semua pengunjung merekam Alif bernyanyi, tak lepas pula dari jepretan-jepretan mereka.

Band pengiring Alif matata, sudah mengeluarkan lantunan nada indah pengantar lagu D’Masiv-Merindukanmu.

Saat aku tertawa di atas semua
Saat aku menangisi kesedihanku
Aku ingin engkau selalu ada
Akuuu, ingin engkau
Akuuuuu, kenang..
selama aku masih bisa bernapas
Masih sanggup berjalan
Ku kan slalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada dimana
Dengarkan aku ku merindukanmu

Saat aku mencoba merubah segalanya
Saat aku meratapi kekalahanku
Aku ingin engkau selalu ada
Aku ingin engkau
Akuuuu, kenang

Selama aku masih bisa bernapas
Masih sanggup berjalan
Ku kan selalu memujamu
Meski ku tak tau lagi
Engkau ada dimana
Dengarkan akuu

Ku merindukanmu
 
Selamaaa  . .akuuu . ..
Mas . .
Bisa berna . .
Perlahan,suara Alif tiba-tiba saja hilang, tanpa disadari, Ia terisak,air matanya berjatuhan di tiap-tiap bait lagu yang ingin Ia nyanyikan, sesak di napasnya membuatnya kesulitan mengeluarkan suara, sontak semua pengunjung tambah riuh, mendekat pada Alif bertanya ada apa. Jepretan demi jepretan pun kian ramai, pengunjung Nampak mengabadikan apa yang terjadi pada Alif sekarang. Tiap Alif mencoba mensterilkan suaranya, lagi-lagi isakan tangis lebih besar mengalahkan getaran suaranya. Ia memegangi dadanya yang serasa sesak, Ia tak hiraukan orang-orang yang mengelilinginya.

Tiba-tiba Alif memantapkan penglihatannya pada meja nomor 9, tempat Ia duduk tadi, sekilas Ia melihat sosok yang dirindukannya itu,duduk tersenyum manis padanya.

‘Tuhan, apakah ini nyata’ pikirnya di tengah isakan tangis yang dialaminya sekarang. Gadis yang dilihatnya melambaikan tangan pada Alif. Sekarang Alif tambah menjadi-jadi,Ia linglung seketika,saat dia menghampiri mejanya, sosok Nabila sudah tidak ada disana,kosong. Tanpa menghiraukan pengunjung yang berhamburan mendekatinya, Alif langsung keluar dari café masih dalam keadaan menangis.

*Alif POV
Aku berjalan sempoyongan meninggalkan café itu. Apa yang aku lihat tadi seperti nyata,tapi kenapa malah menyayat hatiku. Ini lebih parah dari dua tahun yang lalu sewaktu Nabila bakal pergi ke Jepang. Entah rasa sakit itu muncul lagi. Selama ini, aku tidak lagi merasa sakit yang sedemikian rupa karena Nabila, aku hanya merindukannya dan terus menunggunya.

Aku duduk di di kursi taman, dibawah cahaya rembulan yang tidak begitu terang,ditemani bintang-bintang yang beerkelap-kelip di atas sana. Aku mencoba menetralkan napas sesakku. Kuseka air mataku yang tak kunjung usai.

Di sepanjang lagu tadi, aku terus melayang bersama dengan kerinduan dengan Nabila,sampai akhirnya tak kusangka napasku sesak,air mataku berjatuhan, menghalangi suaraku keluar, hingga kulihat dia di mejaku, tepat di hadapanku, dia tersenyum, dan dia berbicara. Aku menangkap apa yang Ia ucapkan,kalimat yang membuatku semakin menjadi-jadi, terisak dalam tanpa henti.

Malam semakin larut, aku kembali ke istanaku. Suasana di rumahku sudah sepi, semua orang nampaknya sudah terlelap. Aku masuk ke kamarku,berbaring lelah di atas kasurku. Seperti biasa, aku memutar beberapa lagu dari handphoneku. Saat kacau seperti ini,aku bukan tipe yang mendengar lagu mellow, tapi entah kenapa, sekarang aku sangat ingin mendengar lagu mellow untuk menemani risalah hatiku sekarang ini,agar sedihnya membawa sedihku juga.

Kunikmati lagu demi lagu yang kuputar,aku kembali membayangkan kehadiran Nabila di café itu,wajah yang begitu lama tak Nampak di depan mataku,wajah yang selama dua tahun aku rindukan. Halusinasiku benar-benar Nampak nyata.

Hidupku benar-benar diliputi kesedihan hanya karena satu orang. My first love yang memang susah untuk hilang.
‘Bil,” lirihku dalam.

Aku melangkah kecil menuju meja belajarku. Kembali kuambil bukuku,buku tempatku membuang rasa sakit dan bahagiaku. Kugerakkan lincah jemari-jemariku.

Hati ini sudah terlalu kosong.
Kutunggu dia dalam kehampaanku.
Berharap dia kan datang.

Tidakkahh dia lihat wajah senduku ?
Mengingatnya terlalu lama dalam penantian.
Teramat jauh untuk kucari dia.

My first love.
Where are you ?
I really miss you.

Tidakkah dia lihat gerakan jemari yang menulis tentangnya ?
Atau bait-bait lagu yang kunyanyikan untuknya ?

Air mata ini, siapakah obatnya ?
Isakan ini ? siapakah obatnya ?

Aku laki-laki yang mengenal cinta.
Aku laki-laki yang menjadi gila karena dia.
Aku laki-laki yang menangis untuk dia.
Aku laki-laki yang masih setia menunggunya.

Tidakkah dia lihat arti hadirku sekarang ?

Perasaan ini..
Apakah ini DOSA Tuhan ?
Apakah menjaganya dalam hatiku adalah sesuatu yang harus aku hapus ?
Apakah perasaan ini sesuatu yang tidak seharusnya ada ?
Lalu bagaimana aku mengartikan perasaanku ?
Dimana akan kubawa perasaan ini ?

Aku tidak ingin melupakannya.
Aku hanya ingin,
Sedikit hidup normal meski tanpanya.

Ajari aku Tuhan.
Hapuskan rasa sakit ini,
Kenapa mencintai seseorang harus sesakit ini ?

Ya Allah…
Rintihan hatiku ini hanya engkau yang mampu tau.
Hanya engkau yang memahami kalimat-kalimat ini.

Jaga Aku tuhan.
Jaga Hatiku.
Jaga Imanku.

Barisan-barisan kalimat yang kuakui adalah isi hatiku. Aku takut, rasa rinduku malah berbuah buruk padaku sendiri. Aku kembali mencoba lebih tegar dari sebelumnya. Kutitipkan perasaanku pada-Nya,kuharap kan tiba saatnya untuk kupetik kembali rasa itu.

02.15.
Aku belum tidur,masih kepikiran hal tadi. Perlahan hatiku mulai sedikit mereda dari amukan,sedikit sirna dari kesedihan. Ku angkat badanku yang masih bugar dari pembaringanku. Melangkah menuju kamar mandi, ku ambil sekian tetes air wudhu,kubasuh seluruh ragaku yang lunglai akan perasaan.

Kuhamparkan sejadah hijau di lantai kamarku,kurapihkan pakaianku, kuniatkan hatiku shalat lail.

Tenang. Damai.
Seperti itulah keadaanku usai bertemu dengan-Nya,usai kuungkapkan semua keluh kesahku, gundah gulanaku. Hanya pada Dia-lah tempatku kembali, berbincang tentang kehidupan yang aku lakoni. Hatiku luluh, rasa kantuk pun sudah menyambarku, kubaringkan ragaku di kasur empuk ini, mencoba lebih tenang lagi untuk hari esok.

_____

Kutancap gas motorku menuju satu tempat yang bersejarah untukku. Sekitar 40 menit aku sudah sampai di tempat yang kutuju.

Semua tidak berubah.
Tempat ini sudah menjadi kunjungan spesialku tiap hari. Untuk hari ini,aku datang dengan teman-temanku,hari ini adalah hari spesialku. 9 February 2015. Hari ulang tahunku.

Dari kejauhan sudah ramai teman-temanku dengan segala perlengkapan piknik kami. Aku pun bergegas kesana,bergabung dalam suasana yang mereka buat. Aku udah baikan sama si cowok sok keren itu,Ozy. Dia nyamperin aku,merangkul pundakku. Heyy,ini udah satu tahun sejak kami baikan,permusuhan beberapa tahun yang lalu tinggal sampah yang udah kita bakar di masa lalu.

Aku sudah ada di tengah-tengah mereka, gak nyangka bakal seramai ini. kami pun berlenggok indah saat music metal diputar mengisi suasana ulang tahunku saat ini. meski ada yang kurang, tapi aku berusaha mewajarkan hal itu. Aku tidak ingin terpuruk lagi. Biarlah Tuhan yang mengatur endingnya.

Kurasakan bahagia itu kini, di tengah mereka yang menyayangiku,bersama teman-temanku, bersama matatastory.

“Alif…” aku mendengar sesorang memanggilku,sepertinya aku mengenali suara itu.


Aku menengok,aku kaget melihat seseorang di hadapanku ini.




Aku menghampirinya dengan perasaan tak percaya. Temanku yang lain masih asiik bakar-bakar jagung.






“Kamu udah berjambul aja.” Sahut pria paruh baya di hadapanku ini.
“ini jambul bapak.” Jawabku terkekeh. Tapi ada yang ganjil,kenapa guruku disini tapi gak bareng keponakannya.
“kita bicara sebentar Yaa Lif.” Ajaknya. Kamipun duduk di bawah pohon rindang memandang jauh teman-temanku yang tengah asiik di pinggir danau.

“Nabila mana Pak ?” tanyaku padanya.
“ini.” dia memberikanku sebuah amplop yang kutebak adalah sepucuk surat.
“kita udah satu minggu di Bandung.” Sahutny setelah amplop itu berpindah di tanganku.
“di Bandung ? jadi kalian di Indo ? kenapa gak ke Jakarta ? kenapa gak hubungin saya Pak ?” tanyaku seraya kubuka amplopp itu.
“jawabannya ada di dalam surat itu. Oiyya, Selamat Ulang Tahun yaa. Udah dewasa aja kamu.” Tambahnya seraya mengelus rambutku lalu beranjak menuju keramaian teman-temanku disana. Aku masih duduk bingung, lembaran kertas itu pun mulai kubuka.

Assalamualaikum,Lif.
Waaah,kamu ulang tahun yaa. Happy birthday. Maaf gak bisa hadir di ulang tahun kamu.
Udah lama yaa, dua tahun gak ketemu kamu,ternyata kangen juga.

Kamu tau ?
Aku matatastory lohh… aku pernah menjadi salah satu fans kamu yang ngirimin kamu mention lewat twitter. waktu itu aku bilang, ‘Lif, I Miss You’ dan senengnya aku, kamu ternyata rep mentionku, ‘Miss You too’. Aku bener-bener girang. Aku rasa kamu gak ngenalin akunku, @althafunnisaa. Hihiihi,,,,

Maaf,,, kamu bilang agar aku gak nangis saat baca cerpen kita, tapi aku malah nangis sejadi-jadinya… ternyata sad ending emang kekanak-kanakan. Aku kayaknya lebih suka ending cerpen kamu.

Tapi, kamu jauh lebih bodoh dariku.
Kenapa kamu ngelanjutin synopsis cerpenku ?
Kamu tau,apa yang terjadi sekarang ?

Kisah itu nyata,Lif. Nyata di hidupku, dan di hidup kamu.
Aku perempuan berhijab yang sakit itu.
Dan kamu,lelaki yang menjadikanku penyemangatmu.
Itu nyata,Lif.

Alif mulai meneteskan air mata, bait-bait surat yang kembali menyayat hatinya.

Ahhh..
Aku merindukan sosok laki-laki yang menjagaku.
Aku merindukan sosok laki-laki yang berdebat denganku.

Lif, kamu juga ada di persimpangan hatiku.
Hati yang dititipkan Tuhan untukku,
Hati itu bergetar saat bersamamu,
Hati itu nyaman saat di dekatmu.

Aku pun bertanya-tanya, bolehkah aku memiliki rasa ini ?
Kuharap Tuhan mengerti,
Aku jatuh cinta.

Lewat hati yang perlahan rapuh ini,kusimpan rasa sakit, rasaa rindu, dan rasa suka ini,Lif.
Sangat lucu… aku tidak tau bagaimana bilang sama kamu.

Surat ini.
Aku tulis kemarin sore. Ada perasaan kalut yang memerangiku.
Aku kembali ke Indonesia dan menetap di Bandung, karena aku sakit.
Aku minta pada ayahku,agar aku bisa mengakhiri napasku di tanah kelahiranku. Di Indonesia, Bandung.

Mungkin, saat surat ini sampai di tangan kamu, aku sudah ada di sisi-Nya, kembali bertemu ibuku.

Maaf. Tidak pernah menghubungimu selama dua tahun. Tak berapa lama aku di Jepang,aku divonis dokter mengidap Leukimia. Terpukul, sakit, hancur. Itu yang aku rasa, berpikir bahwa hidupku ternyata gak ada artinya lagi. Aku putuskan untuk tidak berkomunikasi sama kamu, aku takut semakin sulit melupakanmu nanti.

Aku ingin ke danau,tempat terindah itu.
Aku ingin naik perahu,berdiri di atas air,berteriak sekencang mungkin..
Aku ingin lebih lama lagi bersama keindahan di sekolah.
Aku ingin menikmati caffucino kesukaanku di café tempat kita nyelesaiin cerpen.
Aku ingin kembali ke masa satu bulan itu,
Bersama kamu, Ozy, Salsa, dan tiga cewek tengik itu. Hehehe.

Gemetar tanganku menulis surat ini,mengingat waktuku sangat singkat.
Kulukiskan wajahmu dalam luasnya ingatanku
Kusimpan rinduku dalam nyamannya tidurku
Kusimpan perasaanku dalam sempitnya hatiku.

Berharap,masih ada hari esok kan pertemukan kita.
Berharap waktu kan mengerti keadaanku dan membawaku kembalii pada masa indah di dunia ini.
Aku rindu wajah kagetmu saat melihat Pak Chand di rumahku.
Aku rindu wajah kesalmu saat aku lagi dan lagi membuat sad ending.
Aku rindu keramahanmu saat pertama kali ketemu di depan gerbang sekolah.
Aku rindu kenangan satu bulan itu.
Aku rindu,sangat ingin kembali kemasa itu.

Tapi Tuhan berkehendak lain….
Napasku tak cukup panjang untuk masih berada di dunia ini.
Meski kumeminta hingga menangis darahpun, itu tidak mungkin lagi.
Karena aku milik-Nya.
Dan sungguh, hanya kepada-Nyalah aku kembali.

Aku senang bisa mengenalmu di hidupku.
Mengenalkanku pada cinta.
Membuatku melihat dunia yang lain bersama canda tawamu.

Terimakasih sudah ada menjadi bagian dari kisah hidupku.
Aku harus pergi.


Wassalam.     
           
Nabila..A       

*Author POV
Isakan tangis Alif kian besar, semua temannya pun memandang Alif miris dari kejauhan. Alif berteriak menjadi-jadi, diremasnya kertas itu menjadi tak berbentuk,air matanya kian deras saja. Entah bagaimana kondisinya saat ini,hatinya berkecamuk kuat,Ia memeluk kakinya, menundukkan kepalanya diantara kedua pahanya. Berteriak histeris, rasa tak kuat memang sedang melandanya. Disaat dia mencoba tegar, kenyatan menyakitkan malah diterimanya.

*Alif POV
Ya Allah.
Apa aku bermimpi ? bangunkan aku,Tuhan. Aku tidak suka mimpi ini. rasanya benar-benar sakit,sangat sakit.

Aku belum pernah melihatnya selama dua tahun, dan sekarang engkau sudah merenggutnya dari dunia ini. tidakkah Engkau tau sakitku bagaimana ? aku merindukan gadis tunarungu itu, sangat merindukannya, menantinya selama dua tahun,dan sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa dia sudah tidak ada ? kenapa Tuhan ? kenapa engkau memanggil-Nya ?
Aaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrgggggghhhh.

Aku histeris,sangat tidak bisa kuterima kenyataan ini. inikah kado ulang tahunku ? surat ini ? nabilaaaaaaaaaaaaaa……

“tadi malam,jam 11, dia menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.” Aku mendengar suara Pak Chand yang tiba-tiiba datang memelukku erat. Aku merasakan getaran suaranya yang turut menangis pula.

Jam 11 ?
Pada waktu itu,aku melihat Nabila di café saat aku menangis,aku ingat apa yang dia bilang padaku saat dia melambaikan tangannya.
‘Aku harus Pergi’.
Kalimat yang juga menjadi kalimat terakhir di suratnya, itulah yang aku lihat dari gerakan bibirnya semalam saat membayangkan hadirnya dalam lagu yang kunyanyikan. Apa itu tandanya ? apa dia mengucapkan salam perpisahan padaku malam itu ?
Ya Tuhaaaaannn….

Dia pergi bersama sejuta kenangan bersamanya. Bagaimana mungkin dia pergi secepat itu ? di bawah kolong langit ini,di antara rerumputan yang bergoyang ini,aku tertunduk lesu,tak berdaya, memberontak dalam batinku. Di tempat terindah ini. aku menerima suratnya. Di tempat ini pula,aku menangisi kepergiannya,di tempat yang sangat ingin Ia kunjungi, tempat yang katanya Ia rindukan.

Aku sendiri.
Aku kembali down.
Aku kembali tepuruk.
Aku kembali hancur.
Aku masih merindukannya dalam kehampaanku.
Aku ingin melihatnya dalam sedihku.

Dia tak ada lagi di pelupuk mataku. menemaniku dalam sedih atau sukaku. Kehampaan hatiku yang kian lama semaki rapuh akan kepergiannya. Dia kembali dengan kenyataan yang sangat tidak bisa ku terima. Dua tahun. Selama itu dia membiarkan ragaku lunglai akan perasaan rindu akan dirinya, dan dalam sekejap lewat sepucuk surat dia menyapaku, membuatku tersenyum miris, membuatku terisak, membuatku tak mampu berkata-kata.

Menangis. Histeris. Apalagi yang bisa kulakukan sekarang. Rasa kehilangan yang menghambur di seluruh perasaanku yang berkecamuk akan rindu. Ku tunggu dia dalam penantian yang hampa. –hiks-hiks- aku terisak. Membayangkan dia sudah ada di alam yang berbeda denganku, dia sudah bertemu ibunya.

_____

Aku sudah berdiri di samping pusaranya. Dia benar-benar sudah ada di bawah timbunan tanah ini, rumah terakhir-nya.

Kumohon jaga dia.
Beri dia tempat terindah di sisi-Mu.
Aku menyayanginya.

Masih sulit untuk kujalani hari-hariku seperti biasa. Aku masih merasa lungling akan semuanya. Ini tidak akan lama, aku yakin Nabila pun akan tersiksa kalau aku seperti orang frustasi sepertii ini. kaan kucoba, akan…. Setegar batu karang di lautan akan kucoba….

Di sini, di danau ini, kusenandungkan laguku. Lagu yang kutulis dengan jemariku, lagu yang mengisyaratkan hatiku. Hatiku yang masih merasa kehilangan. Akan kurindukan dirinya dalam langkahku,akan kubahagiakan dia dari sini, akan kujaga dia.

Dalam sendiri ini, masih ada dia dalam ingatanku, selalu ada bayangnya dalam tidurku. Sumpah, aku sulit melupakannya, sekian kali kucoba tegar, sekian kali pula ku gagal tuk bangkit.
Ku menyayanginya Tuhan. Seperti mimpi buruk di siang bolong. Tanpa pernah kulihat lagi wajah lugunya,dia benar-benar sudah tiada. Pergi bersama semua kenangan yang ada. Luka ini, hanya dia penyembuhnya.

Terimakasih Nabila, hadir di antara sayup-sayup napasku, mendengar dendang tawaku, menyatu dalam hatiku. Terimakasih..

Pernahkah kau merasa sendiri di dunia ini
tak ada yang peduli
rasa takut terhempas
membunuh hancurkan sisah hidupku
kuterbuang, dilupakan,
di antara dinding dan kamarku,
menangis kulelah tersenyum palsu,
luka yang kupendam slalu.

Jangan bangunkan ku pagi ini
Biarkan ku tidur tuk selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup

Jangan bangunkanku pagi ini
Biarkan ku tidur tuk selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup

Pernahkah kau merasa sendiri
Menghadapi rasa takut ini, membunuhku hancurkan aku

Terbuang dilupakan
Di antara dinding dan kamarku
ku menangis, ku lelah tersenyum palsu
luka yang ke pendam slalu

Jangan bangunkanku pagi ini
Biarkan ku tidur tuk selamanya
Lelahku  bernapas
Lelahku  untuk hidup

Jangan bangunkanku pagi ini
Biarkan ku tidur tuk selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup

Jangan bangunkanku pagi ini
Biarkan ku tidur tuk selamanya
Kulelah bernapas
Kulelah untuk hidup


Dengarlah.. ini suara hatiku yang tersayat sakit karena kepergianmu. Mencoba tersenyum dibalik kalut yang kau buat untukku. Aku lelah, sangat lelah.. menghirup udara bebas ini tanpa ada kamu disisiku.

Hadirlah di tiap-tiap mimpiku, jadilah ingatan terakhirku tanpa ada seseorangpun kan menggantikanmu.


0 0 0__END___0 0 0

Akhirnya finish juga… muter otak endingnya gimana.
Gimana matatastory ? suka ?
Suka gak suka, makasih udah nyempetin baca yaa..
Seperti biasa, apresiasi kalian aku tunggu. J

1 komentar:

Unknown mengatakan...

no bad

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Total Tayangan Halaman