FF ME + U = LOVE [CHAPTER 2]
Titel : Me + You = Love
Author : Muthmainnah (@ienhainha)
Cast : Alif matata, Nabila Althafunnisa
(OC)
Support cast : Ozy Adriansyah,Salsa
winxs, Chand Kelvin, others OC.
Genre : friendship, romance, sad
(maybe)
*0 0
0 Me + You = Love 00
0*
Hari
ini, esok dan selamanya
Aku
tetap merindukannya
__PREVIOUS__
Aku
mengambil gitarku yang kusimpan di pojok kamar samping meja belajarku,gitar
yang selama ini selalu menemani kisahku. Membayangkan hari ini, rasanya sedikit
sulit membuat lagu galau,itu tidak sesuai dengan keadaanku kali ini. aku hanya
memetik beberapa senarnya,kunikmati petikan-petikan yang kubuat, kurasakan
semuanya sendiri di dalam sangkarku.
Chapter
2
*Author
POV
Nabila
sudah mantap dengan tas sampingnya,baju batik sekolahnya dengan jilbab abu-abu
menutupi kepalanya. 6.30,dia sudah berdiri tepat di depan pagar rumahnya.
“kamu
yakin mau nunggu anak itu ?” Tanya omnya yang sudah siap berangkat kerja.
“emh.”
Jawab Nabila disertai anggukan dan senyum merekah di wajahnya.
“jangan
sampai terlambat yaa.. “
“emh.”
Jawabnya dengan mencium tangan omnya yang hendak berangkat.
“Assalamualaikum.”
“ai…um..a’am”
jawab Nabila tersenyum. (Waalaikum Salam)
6.45
Nabila
masih berdiri menunggu Alif,sudah 15 menit dia di depan pagarnya, mengais tanah
dengan ujung sepatunya.
6.55
Nabila
mulai gelisah,5 menit lagi jam tujuh, dia akan terlambat sampai ke sekolah
kalau sekarang dia belum meninggalkan rumah, tapi dia sudah terlanjur janji
akan menunggu Alif,dia mulai tertunduk
lesuh menunggu Alif yang belum datang juga.
____
Seorang
pria duduk cemas di bangkunya, melihat sekelilingnya tidak ada teman yang
dicarinya,jam sudah menunjukkan pukul 7.15, belum ada tanda-tanda seseorang
yang ditunggunya datang. Wajah cemasnya tiba-tiba tertangkap oleh sorotan tajam
seorang guru. Dengan aneh, laki-laki tadi menurunkan pandangannya,tapi guru itu
masih memandangnya garang.’ada apa dengan guru killer itu ?’ pikir laki-laki
tadi yang mengedarkan pandangannya sesekali ke luar jendela kelas.
7.40.
Guru
bahasa Inggris sudah masuk kelas,pelajaran sudah dimulai,laki-laki yang cemas
tadi sekarang bertambah cemas, melihat meja di sampingnya masih kosong.
‘jangan
bilang dia menungguku’ lirih Alif,laki-laki yang dari tadi gelisah tak karuan.
Pintu
kelas terbuka, murid perempuan perlahan memasuki ruang kelas dengan wajah
takut.
‘Nabila’
lirih Alif lagi dengan wajah menyesal.
“Nabilaaa…kamu
terlambat ?” bentak guru wanita yang suaranya selantang guru olahraga yang
mengajar kemarin.
Nabila
hanya tertunduk lesuh.
‘Ma
. .f” jawabnya lirih. (Maaf)
“Ya
sudahlah, ibu tidak akan memberi kamu keringanan kalau kamu terlambat lagi.
Cepat duduk.” Ujar guru cewek itu seraya kembali melanjutkan tulisannya di
papan tulis.
Semua
mata memandang geram pada Nabila. ---lagi---.
Alif
memperhatikan Nabila serius sejak Nabila masuk kelas sampai Nabila duduk di
bangkunya. Rasa bersalah mulai menggeliat di batin Alif, menegur pun sekarang
Ia merasa canggung. Nabila mengeluarkan alat tulis menulisnya, meskipun
menyadari bahwa seseorang memerhatikannya sedari tadi, dia tidak
menghiraukannya, Ia memandang lurus ke depan mencerna terangan-terangan dari
guru bahasa Inggris.
____
Bel
istirahat sudah berbunyi,sepanjang jam pelajaran Alif diliputi rasa gelisah,
pikirannya tidak lagi pada pelajaran favoritnya,bahasa Inggris. Di benaknya
sekarang adalah rasa takut dan rasa bersalah pada Nabila. Dengan menarik
napasnya, mencoba mensterilkan perasaannya, Alif memandang ke arah Nabila yang
tidak pergi ke kantin dan sibuk dengan catatannya.
“Bil.”
Tegur Alif ragu yang tidak ditanggapi oleh Nabila. Tiba-tiba seorang pria
berpostur tinggi menghampiri keduanya.
“Hay,Bil.
Kamu gak dihukum kan ?” Tanya laki-laki itu yang dipelototi tajam oleh Alif.
Nabila Nampak mengangguk.
“baguslah.
Oh iya, ini jam tangan kamu kayaknya
jatuh di mobilku tadi.” Ucap laki-laki itu seraya menyodorkan jam tangan hijau
pada Nabila yang disambut dengan senyum manis Nabila.
“kamu
ternyata satu kelas sama Alif,aku gak tau loh.” Oceh pria yang menambah tiga
garis horizontal di dahi Alif.
“udah
lama Ya Lif. Aku tinggal dulu Bil, lain kali kamu mesti buruan nunggu bis biar
gak ketinggalan.” Tambah murid laki-laki yang bernama Ozy itu sembari tersenyum
manis kepada dua sejoli dan berlalu meninggalkan mereka.
“Bil.”
Alif tidak terlalu menggubris kehadiran makhluk aneh tadi,yang sekarang ada di
pikirannya adalah menjelaskan pada Nabila.
“Aku
bener-bener minta maaf Bill,tadi pagi aku udah mau ke rumah kamu, tapi
tiba-tiba mamahku nyuruh aku nemenin adikku ke toko buku yang lumayan jauh dari
sekolah,aku . . .”
‘Gak
Papa,Yang penting aku gak dihukum Kan.’ Sebaris kalimat memanjakan mata Alif
yang ditunjukkan Nabila padanya.
“Serius
?” Tanya Alif.
Nabila
pun mengangguk tersenyum pada Alif,Alif pun tersenyum bahagia. Ada sesuatu yang
ingin Ia tanyakan pada Nabila tentang Ozy yang masuk kelasnya tadi,ada apa
antara Nabila dan Ozy, tapi Alif
mengundur niatnya,setidaknya sekarang dia sudah dimaafkan oleh Nabila. Dia
memang baik.
___Flashback___
Jam
7 lewat,Alif belum juga datang, Nabila memutuskan untuk ke halte dan berhenti
menunggu Alif. Di halte dengan wajah gelisah Ia duduk melirik kesana kemari,dan
sesekali melihat jamnya.
Seorang
laki-laki mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata,nampaknya Ia
buru-buru. Tiba-tiba matanya tertuju pada sosok wanita di halte dengan wajah
gelisah. Ketika laki-laki itu menyadari ternyata gadis yang dilihatnya memakai
seragam yang sama sepertinya,Ia pun segera menghentikan laju mobilnya dan
memanggil gadis berhijab di halte itu.
“kamu
anak SMA Pancasila kan ?” Tanya laki-laki itu, yang disambut anggukan dari
Nabila.
“buruan
naik, bus jurusan sekolah kita udah lewat kalau jam segini,paling ntar sekitar
jam delapanan lagi.” Tanpa berpkir terlalu lama,Nabila yang memang terburu-buru
itu menerima tumpangan laki-laki itu.
“aku
Ozy.” Ujar laki-laki yang bernama Ozy itu. Nabila membuka bukunya dan
menuliskan namanya.
“kamu
?” Tanya Ozy ketika melihat tulisan tangan Nabila.
‘AKU
TUNARUNGU’
“ohh,
maaf.”
Mereka
sudah tba di sekolah, dengan terburu-buru keduanya berlari menuju kelas
masing-masing.
___Flashback
Off___
Sekarang
Alif pergi ke kantin dengan perasaan lega,sementara Nabila sedang tidak mood
makan memilih melanjutkan catatan bahasa Inggrisnya yang terlewat tadi. Tiga
murid wanita tiba-tiba menghampirinya,menepuk meja Nabila dengan keras sampai
minuman yang ada di samping Nabila jatuh ke lantai. Nabila yang kaget langsung
berdiri memandang kesal pada tiga orang yang tiba-tiba menghantam mejanya.
“Kamu
jangan sokk ya. Kamu itu anak baru,kemarin Alif, dan sekarang Ozy ? wah, kamu
emang nyari gara-gara sama kita.” Keributan pun mulai mewarnai kelas yang sepi
tadi, beberapa pasang mata langsung mengintip melalui jendela dan di muka
pintu.
‘Aku
Gak Ngerti Maksud Kalian’ jawab Nabila dengan bahasa isyaratnya yang tidak bisa
dimengerti ketiga siswi yang masih memasang muka masam pada Nabila, sedangkan
Nabila mulai takut dan gemetar.
“ahhhh..
kamu ngomong apa sih,dasar gagu . . .” teriak salah satu wanita yang memiliki
postur tubuh lebih tinggi dari teman-temannya yang lain dan juga Nabila. Rasa
takut pun menghampiri Nabila yang mengundang air matanyya,Ia berkeringat dingin
tak mengerti apa yang dibicarakan ketiga gadis di hadapannya ini.
“ini
baru peringatan Ya, kalau besok atau kapanpun itu . . .”
“keluar
kalian . . .” tegur seorang pria dari
luar kelas yang tadi menerobos beberapa murid di ambang pintu.
Nabila
dan ketiga gadis tidak waras itu menengok ke arah suara.
“Alif.”
Sahut seseorang di antara tiga gadis itu yang berambut ikal.
“So childish.” Lanjut Alif dengan tatapan
geramnya pada gadis tengik yang menyelonong masuk kelasnya dan menyebabkan
keributan.
ketiga
siswi tadi akhirnya meninggalkan Nabila yang masih dalam ketakutan di
mejanya,semua yang menyaksikan keributan tadi pun mulai bubar.
“Bil,kamu
baik-baik aja kan ?”
Nabila
hanya mengangguk dengan raut muka yang masih ketakutan.
“Tuhan,mereka
benar-benar kekanak-kanakan.” Oceh Alif yang menatap miris Nabila.
“kamu
beneran gak papa kan ?” Tanya Alif memastikan.
Nabila
menyeka beberapa air matanya,dan mencoba menetralkan kembali napasnya. Ia pun
mengangguk dan kembali menarik bibirnya membentuk senyuman manisnya lagi di
hadapan Alif. Alifpun mengangguk lega.
Awalnya
Nabila memang sempat merasa kesal melihat tiga cewek menghampirinya dan menepuk
meja dengan keras di hadapannya, namun Nabila tidak bisa berkutik mendengar
ocehan-ocehann gadis-gadis itu yang akhirnya mengundang rasa takut Nabila.
_____
Alif
dan Nabila kembali berjalan bersama menuju halte bus, meski dengan pandangan
geram teman-teman yang melihatnya,Alif tidak menghiraukan itu sama
sekali,Nabila yang sebenarnya merasa takut terus mendapat dorongan dari Alif
untuk tidak mempedulikan itu.
“Nabila,mungkin
kejailan mereka akan berlanjut lagi esok, tapi aku harap jangan jadikan itu
sebagai alasan kamu jauhin aku. Aku akan jaga kamu.” Tukas Alif ketika mereka
sudah di halte. Nabila pun mengangguk ria.
Mereka
sudah ada di bus,kali ini mereka tidak duduk di bangku yang sama,penumpang
terlalu padat memaksa Alif untuk berdiri di atara deretan penumpang di dalam
bus, sementara Nabila masih mendapat satu tempat duuduk di dekat jendela.
Alif
dan Nabila sudah tiba di komleks tempat Nabila tinggal,tidak butuh waktu lama
untuk berjalan,rumah Nabila terletak sekitar tiga rumah dari jalan masuk
kompleks. Alif menemani Nabila hingga ke depan pintu gerbang.
“ma
. .a . . ih.” Ucap Nabila yang hendak masuk ke dalam rumahnya.
“emh,sama-sama.
Sekali lagi aku minta maaf soal yang tadi pagi yaa.” Jawab Alif tersenyum manis
pada Nabila.
“kamu
udah pulang Bil ?” teguran seorang pria paruh baya dari dalam rumah yang
membuat Nabila menengok, sementara Alif melongo kaget melihat sosok yang
bernajak keluar menghampiri dia dan Nabila.
“emh.”
Jawab Nabila disertai anggukan.
“bapak
? ba. . bapak ngapain disini ?” Tanya Alif sedikit ragu.
‘DIA
OMKU’ alif membaca sebaris kalimat yang ditunjukkan Nabila padanya.
“what
? se. . serius Bil ?” jawab Alif tambah kaget.
Nabila
tersenyum meledek,ditambah wajah garang pria paruh baya tadi.
“iyaa,saya
omnya Nabila. Kamu berani-beraninya nganterin dia pulang,setelah ninggalin dia
tadi pagi.” Omel om Nabila.
“ma.
. mmaaf Pak. Emh.” Alif menjwab dengan terbata-bata.
“Ki
. .a .ma. .u . .a .ja . .du
. .u” suara berat Nabila pun memotong ucapan Alif barusan. (Kita Masuk
aja dulu)
Di
dalam rumah Nabila Nampak sunyi,memang hanya dihuni oleh dia dan omnya.
“jadi
itu alasan bapak tadi melototin saya di kelas.” Alif membuka pembicaraan
memecah kekakuannya sendiri berbicara.
“iyaa.
Dasar kamu anak bandel,Nabila nungguin kamu sejak setengah tujuh.” Sahut om
Nabila yang sebenarnya adalah guru di sekolah Alif juga, guru killer dengan
tongkat ajaibnya.
“maaf,pak.
Adik saya minta ditemenin ke toko buku,saya ga bisa ngelak,ntar gak dikasih
uang jajan sama mamah.” Jawab Alif.
“Alif,bapak
seneng Nabila mulai bergaul dengan teman-temannya, tapi bapak juga gak suka
kalau dia dipermainkan, dia itu sangat pendiam,untuk sekarang ini dia tidak
boleh merasa tertekan.” Tukas Pak Chand serius.
“iyaa
Pak. Tapi,apa Nabila bisu sejak Ia lahir ? kayaknya dia bisa denger bahkan dari
jarak jauh.” Tanya ALif yang ikut serius pula.
Pak
Chand tidak langsung menjawab,sejenak Ia terdiam dan menarik napasnya dalam-dalam,mencoba
untuk tenang memberi penjelasan kepada Alif.
“satu
bulan yang lalu,Nabila dan kedua orangtuanya mengalami kecelakaan mobil yang
sangat parah. Ibunya tewas di tempat,Ayahnya mengalami benturan keras di stir mobil,
sedangkan Nabila terpental jauh dari mobil dan membentur beberapa batu dan
pepohonan. Lukanya sangat parah,dia tidak sadarkan diri selama hampir dua
minggu,pas dia sadar tiba-tiba dia sulit bicara. Menurut dokter benturan keras yang dialaminya merusak bagian
jaringan otak yang mengatur system wicaranya yang terdapat di daerah
hipotalamus. Sejak saat itu dia mulai bisu dan diperkenalkan bahasa isyarat
oleh dokter. Selama dua minggu dia dikurung di kamarnya dan hanya melakukan
segala aktivitas di kamar itu,belajar bahasa isyarat pun didalaminya di kamar.
Tapi akhirnya bapak sadar, Nabila butuh interaksi dengan orang lain, jadi bapak
mmemutuskan untuk menghentikan kurungan yang dilakukan Ayahnya dan
memnyekolahkannya di sekolah. Dia memang bisu, tapi syukurlah jaringan pada
indera pendengarannya tidak ikut rusak,jadi dia bisa mendengar dengan baik.”
Ulas Pak Chand seolah kembali ke masa mengenaskan itu.
“gak
bisa disembuhin Pak ?” Alif yang mendengarpun membuka raut sedih di wajahnya.
“sementara
ini Nabila dalam tahap penyembuhan,dia melakukan terapi.” Jawab Pak Chand
dengan tersenyum miris.
“emh,dia
pasti kesepian pak… ayahnya kemana ?”
“sejak
bapak memutuskan untuk menyekolahkan Nabila,ayahnya bertolak ke Jepang
meneruskan pekerjaannya,dia menitipkan Nabila pada bapak.” Tukas Pak Chand
lagi.
Dari
jauh terdengar suara gemercik lantai yang bergesekan dengan sepatu, dari lantai
atas sepertinya Nabila mendengar pembicaraan dua laki-laki di ruang tamu ini,
tapi Naabila hanya mengumbar senyum miris yang di dalamnya tersimpan sedih
ketika membayangkan cerita omnya tadi.
“Bil.”
Sapa Alif yang disambut senyum oleh Nabila.
“kita
makan siangg bareng yaa, om udah masak masakan enak banget.” Seru om Nabila
sembari meraih pundak Alif untuk mengikutinya ke ruang makan,yang diekori oleh
Nabila pula. Ketidaksukaan Alif pada guru killer itu tiba-tiba saja
runtuh,melihat si guru killer ternyata penuh kasih sayang d luar sekolah.
Mereka
menyantap makan siang bersama,sayup-sayup udara di luar menembus masuk ke dalam
rumah yang ditutupi kaca bening ini,rumah mewah yang selalu Nampak sepi.
Usai
menyantap makan siang bersama,Nabila dan Alif menuju rooftop,tempat kesukaan
Nabila.
“waahhh,
tenang banget Bil disini.’ Sahut Alif ketika Ia sudah menapakkan kakinya di
lantai atas,luas tak beratap ini. Nabilla pun mengangguk tersenyum, jilbabnya
yang panjang,hingga setengah badan sedikit tertiup angin dari atap sini.
“kamu
cantik dengan hijab kamu.” Alif kembali berbicara yang membuat Nabila
tercengang.
“aku
suka liat gadis berjilbab. Gak tau
kenapa. Menurut aku, gadis yang berhijab itu anggun anggun hati, wajah, iman,
dan tabiatnya.” Tambah Alif seraya memandang lurus ke depan, membuang
pandangannya pada rumah-rumah di kisaran kompleks yang penuh dengan berbagai
aktivitas.
“ma
. .aih . .” Nabila pun menjawab dengan sedikit tersipu.
“aku
turut berduka cita atas kejadian yang menimpa kamu sebulan yang lalu.”
“I
. ya.”
“wahh,
kayanya udah sore deh Bil. Aku harus balik.” Tambah Alif ketika matanya
menengok pada jam tangan yang melingkar di lengan kanannya.
“emh,
a .. ti – ‘a ti” Nabila menjawab dengan melempar senyum pada Alif yang beranjak
meninggalkan balkon rumah Nabila.
“Assalamu
alaikum Nabila.” Pamit Alif yang sudah ada di kejauhan.
“aium
. a . am.” jawab Nabila.
Hari
itu mungkin akan menjadi hari bahagia bagi Alif,dia berpikir, dibalik
kebodohan-kebodohannya pasti ada aja lucky
yang menghampirinya. Keberuntungan yang tak terduga.
_____
Aktivitas
sekolah sudah menjadi rutinitas pelajar. Enam hari berhadapan dengan buku-buku
pelajaran yang tebalnya mencapai ratusan halaman.
Nabila
berjalan sendirian menuju kelasnya,tiba-tiba Ia merasa jilbabnya ditarik oleh
seseorang. Benarlah, tiga gadis tengik kemain yang mengganggunya sudah menjambak
jilbabnya dari belakang.
“ikutt
kita.” Sahut salah satu gadis yang di nametagnya
tertulis ‘Alisha Stevani’
“a
.a .a’pa ?” Tanya Nabila meringis. (ada apa)
“kemarin
kamu boleh lolos, tapi sekarang gak bakal bisa.” Oceh gadis yang bernama Alisha
itu, sementara kedua dayang-dayangnya hanya memandang sinis pada Nabila.
“kamu
jangan sok lugu yaa. Semua cowok kamu deketin.”
“sekarang
guru lagi rapat,semua murid udah pada masuk kelas termasuk pahlawan kamu
kemarin itu. ---cih—“
“ma
. .u d . a .ian. .ap . a?” Tanya Nabila
gugup (maksud kalian apa)
“gak
usah banyak cincong yaa, ikut kita sekarang.”
Tiga
gadis itu menarik tangan Nabila dengan paksa,namun dari belakang tangan Alisha
seperti ditarik oleh seseorang.
“Alif,kamu
lagi. Lepasin,ini urusan aku dengan si gagu ini.” bentak Alisha ketika
menyadari bahwa yang menariknya barusan adalah Alif.
“lepasin
Nabila,aku juga bakal lepasin tangan kamu.” Sahut Alif.
‘ada
apaan nii ?” seseorang dari belakangpun ikut meramaikan kekacauan di koridor
sekolah yang sepi ini.
“hebat.
Dua malaikat tanpa sayap Nabila udah dateng. Rese.” Dengus salah satu dayang
Alisha yang berambut ikal.
“kamu
terlalu beruntung Nabila, tunggu tanggal mainnnya.” Bisik Alisha pada Nabila
yang membuat raut waja Alisha menjadi gemetar. Ketiga gadis itu pun pergi
meninggalkan Nabila, ALif, dan laki-laki yang baru saja datang menengahi
mereka, Ozy.
“kamu
gak papa Bil ?” Tanya Ozy yang dijawab anggukan oleh Nabila.
“Bil,aku
tinggal bentar yaa.” Alif dengan geram meninggalkan dua sejoli itu di koridor
sekolah, meskipun Alif ragu meninggalkan
Nabila dengan musuhnya itu,tapi dia pikir lebih bahaya kalau dia tidak
mengurusi gadis-gadis pengganggu tadi.
“Lisaaa.
. .” teriak Alif ketika menemukan Alisha dan teman-temannya duduk ngerumpi di
lapangan basket.
“Alif
? kenapa ?” Tanya Lisa tersenyum memuakkan.
“ini
peringatan, jangan ganggu Nabila lagi.” Ketus Alif.
“udah
deh Lif,dia itu Cuma gadis tunarungu,gak ada gunanya buat kamu bela.” Jawab
Alisha dengan sedikit terkekeh.
“sekali
lagi, berhenti gangguin dia.” Bentak Alif yang merubah wajah Alisha geram.
“oke.
Kita tanding, kalau kamu menang aku dengan terpaksa membebaskan Nabila dari
pembulian. Tapi kalau kamu kalah, kamu harus rela aku nge-bully gadis itu.”
“
bully ?”
“yappp,gak
lama kok. Sampai dia sadar aja dimana tempat dia yang sebenarnya,yang pasti
bukan disini.” Ketus Alisha.
“tanding
apa?”
“basket.”
“what
?”
“Gak
bisakan ?”
“yang
laen.”
“Cuma
ada dua pilihan. Basket satu lawan satu, basket empat lawan satu.” Jawab Alisha
dengan senyum kecutnya.
“gak
mungkin,itu gak adil dong.”
“terus
apa ? lari ? maen bola ? nyanyi ? menurut kamu aku gak bisa segalanya ? I’m
Queen Alif,I’m Queen.” Tambah Alisha dengan angkuhnya.
“yaudah,
basket aja.” Terima Alif dengan sedikit ragu.
‘bodoh,
ngeshoot aja aku gak bisa, sekarang mesti ngelawan kapten basket putri,Alisha’
pikir Alif.
Pertandingan
antara Alif dan Alisha pun dimulai. Ditonton oleh teman-teman Alisha, beruntung
gak ditonton satu sekolahan, kalau satu sekolahan liat, Alif bakal malu banget,
ngelabuin Alisha aja gak pernah berhasil.
-arrrgggh-
ketus alif kesal dalam batinnya. Dia tidak punya pilihan lain selain tanding
basket, mau tanding bola,Alisha punya temen yang udah kayak ronaldowati,tanding
lari, Alisha juara lari tingkat nasional,mau lomba nyanyi, Alif emang jago
nyanyi, tapi Alisha lebih jago lagi. Ada gitu cewek seperfect dia.
Ppprrrrrrriiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt….
Pertandingan
usai,Alif hanya mampu menewaskan raganya di tengah lapangan basket,dipandangi
ledekan oleh beberapa teman yang menontonnya,Ia masih ter-engah-engah di tengah
lapangan,menatap jauh ke atas sana,tanpa tujuan pasti, yang jelas saat ini dia
merasa paling bodoh.
Alif
berjalan meninggalkan lapangan basket,dengan tisu di tangannya untuk menyeka keringatnya,
keringat kekalahan.
Ketika
melintasi satu ruangan,Alif melihat pemandangan yang membuat geram dirinya.
Nabila duduk bareng Ozy, emang bukan Cuma mereka berdua di meja itu,masih ada
murid lain, tapi Nabiila ketawa bareng Ozy,bercanda bareng Ozy. Rasa panas yang
dirasanya sekarang bertambah tinggi, ingin rasanya dia menjambak rambut Ozy
itu.
______
*Alif
POV
Aku
sangat geram dengan pemandangan barusan. Aku udah permaluin diriiku sendiri
buat ngejaga dia, tapi liiat apa yang dia lakuin, dia malah asiik ngobrol sama
si Ozy tiang listrik itu.
Aku
mendengus kesal,di kelas ini belum Nampak sosoknya di mejanya, sepertinya dia
masih sibuk sama cowok garing itu. Aaarrrgghh..
Bel
masuk sudah berbunyi,aku melihat dia dengan senyum sumringah masuk kelas dan
duduk di bangkunya. Senyum ? apa Ozy buat dia senyum sumringah seperti itu ? oh
my god.
Tak
berapa lama,guru sastra sudah memasuki kelas.
“anak-anak,rapat
dengan guru belum selesai, ibu hanya akan kasih kalian tugas.” –yeiiiyyy---
ucap guru sastra di depan kelasku.
“kalian
harus buat cerpen minimal 50 halaman. Ini tugas akhir semester,jadi kalian
punya banyak waktu bukan ? ini tugas kelompok,Cuma dua orang yaa. Sesuai urutan
absen kalian,jadi pembagiannya lebiih mudah.,silakan rancang cerpen yang mau
kalian buat. Ada yang mau bertanya ?” guru itu mengoceh panjang lebar.
“bu,temanya
apa ?” salah seorang temanku membuka pertanyaan.
“terserah,itu
tergantung mood kalian mau buat apa,yang jelas jangan dongeng yaa.” Jawabnya
yang mengundang tawa teman-temanku.
Tunggu,
berdasar absen ? itu artinya,aku satu kelompok sama Nabila,sebelum ada Nabila
urutan absenku yang paling terakhir. Oh No. entah apa aku harus bahagia atau
gak terima,hatiku kacau banget saat ini.
Semua
orang sudah bergabung dengan teman satu kelompoknya, tinggal aku dan Nabila
yang hanya duduk diam di bangku sendiri.
“Lif,
teman kelompok aku mau duduk.” Seseorag mengagetkanku. Aku diusir dari bangkuku
sendiri, aku pun berdiri dan satu-satunya bangku yang kosong adalah, yaa di
samping Nabila. Baiklah, lupain apa yang kamu liat tadi Alif,itu wajar aja kan
ngobrol biasa sama teman. What ? teman ? Nabila kenal Ozy aja aku gak
rela,apalagi temenan,deket lagi.
“rencana
kamu apa ?”
“terserah
kamu.” Dia menjawabnya dengan menulis di kertas selembar. Yaah, itu akan
memudahkan ku memahami maskudnya, ketimbang dengan bahasa isyaratnya yang hanya
bisa aku mengerti tiba-tiba.
“Peterpan
dan tinkerbell ?” usulku.
“itu
dongeng Alif.” Tulisnya lagi. Aku hanya mengangguk membenarkan.
“Cinderella
?” tanyaku lagi.
“Alif,kita
buat cerpen bukan dongeng.” Ia kembali menunjukkan tulisannya, yang membuatku
sedikit dungu, yaa pikiranku kacau hari ini,Peterpan dan tinkerbell, atau
Cinderella, itukan dongeng ?
“terus
apa dong ?”
“terserah
kamu”
Nabila,
please jangan bilang ‘terserah kamu’ lagi. Yang ada di pikiranku saat ini Cuma
dua dongeng tadi, aku pengen jadi peterpan dan kamu jadi tinkerbell, atau kamu
jadi cinderella dan aku jadi pangerannya. Wuuh …
Kami
berdebat cukup lama, belum ada tema yang cocok dengan kami.
“yaudah,kamu
buat synopsis cerita yang kamu mau dii rumah kamu,aku juga gitu, besok kita
cocokin mana yang bagus, gimana ?” usulku. Dia hanya mengangguk –lagi--.
Kelas
pun bubar,hari ini full gak belajar,guru-guru di sekolahku hari ini kayaknya sibuk
banget,entah nguruusin masalah apa, aku juga gak peduli.
Aku
berjalan keluar kelas,kali ini aku tidak menyapa Nabila, ada perasaan kesal
yang aku bawa sampai sekarang, memang bukan salahnya ngobrol dengan Ozy, tapi
tetep aja aku gak suka.
“selamet
yaa.” Alisha tiba-tiba aja mengulurkan tangannya saat aku sudah tiba di depan
gerbang sekolah.
“maksudnya
?” tanyaku bingung.
“aku
salut sama pengorbanan malaikat yang satu ini,kamu tau kamu malu-maluin diri
kamu sendiri pas tandingg sama aku.”
“terus
?”
“aku
gak akan nge-bully gadis gagu itu. Daripada perjuangan pahlawan kita sia-sia.yakan
?”
“jangan bercanda.” Kataku tak percaya pada apa yang
dikatakannya.
“atau
kamu lebih suka aku nge-bully dia ?”
“yaa
enggaklah.”
“aku
emang jahat,tapi kamu tau kan,sejahat-jahatnya orang,masih ada sisi baiknya.”
Tambah Alisha seraya menepuk pundakku dan berlalu dengan teman-temannya. Aku
gak ngerti ada apa sama dia, tapi syukurlah kalau dia memmang mengurunkan
niatnya membully Nabila.
______
Aku
sudah berbaring santai di atas tempat tidurku,kulepas semua lelahku hari ini,
kepejam pula sejenak mataku, menenangkan pandanganku dari dunia ini. kuterawang
jauh beberapa angan-angan palsu,why ? karena aku suka berkhayal. Dan aku
teringat pada Nabila dan juga cerpen yang menjadi tugas akhir semester. Aku
terbangun dan beranjak menuju meja belajarku,ku buka notebook yang sedikit
berdebu,dan kutekan tombol powernya.
suatu hari seorang wanita
berjalan dengan anggun,begitu anggun dengan wajah teduhnya, begitu anggun
dengan senyumnya, begitu anggun dengan hijabnya
tanpa wanita itu sadari
seorang pria sedari tadi memperhatikannya
tiap langkah dan jejak
kakinya seolah menjadi sejarah pertemuan pertama gadis berhijab dengan
laki-laki ini.
alunan lagu apakah yang
mampu menggambarkan suasana hatinya
pertemuan pertama yang
memberi satu bintang di hati laki-laki di siang bolong itu.
Waktu terus
bergulir,tidak disangka gadis berhijab itu kini telah menjadi teman yang sangat
dekat dengan pria bertubuh kecil namun seumuran dengannya.
Satu minggu,dua
minggu,ini sudah hampir satu bulan, kenyataan menyakitkan tiba-tiba muncul di
antara kebersamaan mereka
Gadis itu, dia harus
pergi meninggalkan laki-laki yang begitu mengaguminya,
Pergi jauh demi
kebaikannya.
Perasaan kalut dan
kacau mulai menjalar di batin laki-laki,
Kerinduan tak mampu
dielak, setahun tanpa kabar tidak membuat laki-laki ini jera untuk menunggu.
Dan siapa yang tau
takdir Tuhan,
Gadis itu kembali, kembali
di hadapannya
Kembali menjadi bagian dari kisahnya
Kembali mengukir
sejarah bersama
Kembali merajut asa
bersamanya
Dan kini,
Keduanya hidup dalam
ikatan yang Tuhan sukai.
‘pernikahan’
*Author
POV
Jari
jemari Alif begitu lincah mengetik kalimat demi kalimat,ditemani lagu ‘setengah
mati by Judika’ Ia seolah mendapat inspirasi. Demikianlah synopsis singkat dari
cerpen yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya,angannya yang terbumbung jauh
bersama lagu sedih itu ternyata membawanya ke dunia khayal.
______
*Alif
POV
Aku
sudah duduk di salah satu meja di café balabala
di hari minggu siang. Nabila pun sudah datang,aku memperlihatka hasil
tulisanku,ku jelaskan padanya secara rinci.
‘PERNIKAHAN
?’ demikianlah isi kertas putih yang Ia tunjukkan padaku.
“yaa,
kalau kamu gak suka pernikahan, kita ubah jadi persahabatan aja. Yang jelas ini
ceritanya tentang dua orang yang terpisah,
tapi karena takdir Tuhan mereka dipersatukan kembali.” Jelasku padanya
yang masih sibuk memandang tajam synopsis yang kubuat.
“ini
terlalu biasa’
“what
? biasa. Yaudah, tulisan kamu mana ? jawabku sedikit kesal ---just kidding---
Dia
mengeluarkan selembar kertas kepadaku,aku pun mulai membacanya.
Aku menyukainya,lebih
dari apa yang dia tau
Aku mengaguminya,lebih
dari yang dia sadari
Aku menyimpan perasaan
ini pada wanita bertubuh kurus kering di hadapnku
Kutatap dia dengan
kemirisan hati.
Tuhan, tidak bisakah
aku saja yang ada disana ?
Tidak bisakah
selang-selang penyelamatnya itu dicabut ?
Gadis pemberi warna di
hidupku yang kacau gara-gara pergaulan bebas
Aku yang tidak mengenal
agamaku
Aku yang sibuk dengan
hangout dengan teman-temanku
Gadis itu menggenggam
tanganku saat aku terjatuh
Menyeka air mataku saat
aku terluka
Bisa apa aku sekarang
Tuhan ?
Apakah dengan merenggut
nyawanya hanya satu-satunya cara membuatnya tenang ?
Kanker itu, tidak
bisakah hilang begitu saja dan mengembalikan senyumnya padaku ?
Tuhan selalu punya
rencana yang baik dibalik luka hatiku.
Dia benar-benar
memangilnya,kemballi ke pangkuan-Nya.
Tangisanku tidak
berbuah apa-apa,dia tidak akan kembali lagi padaku
Tidak bisakah aku
kembali ke masa-masa aku bersamanya
Mengusung cerita-cerita
ndah bersamanya
Kembali dimasa dia
mengajariku bacaan-bacaan yang asing bagiku ‘Al-Qur’an’
Kembali saat dia mencontohkanku
gerakan shalat
Masa dimana dia begitu
kuat menjadi penyelamat lemahnya imanku.
“kanker
? ini kekanak-kanakan banget Bil. Cerita jadul.” Ocehku seusai membaca
tulisannya.
‘TERUS
? TEMA KITA APA DONG ?’
“kita
ralat semua tema kita hari ini, kita pikirin lagi, masih banyak waktu juga
kan.” Tambahku dengan menutup notebookku
dan menyerput minuman dingin yang sebelumnya sudah aku pesan. Begitupun Nabila
yang tidak banyak protes terhadap usulku.
______
Satu
minggu sudah aku dan Nabila berdebat dengan tema cerpen kami, lagi-lagi Nabila
membahas soal kematian,kali ini penyakitnya bukan kanker,tapi hepatitis B,dan
aku kembali pada cerpen happy endingku,bukan lagi pernikahan tapi persahabatan
seperti rencanaku sebelumnya. Kita sama sekali gak pernah cocok,dia terlalu
dramatis, sedangkan aku melihat hal yang realistis.
Tapi
dibalik itu semua aku menyimpan bahagia,aku bisa lebih dekat dengannya,bahkan
di sela perdebatan antara aku dan dia
disana kami tertawa, dia pun lebih ceria dari hari-hari sebelumnya.
Aku
menikmati hari-hariku bareng Nabila,meski masih sering diusik oleh kehadiran
Ozy.
Aku
benci Ozy bukan apa-apa, dia itu terlalu over dalam segala hal, sikap,
penampilan, semuanya deh. Dia juga sama sih, gak suka sama aku, gara-gara aku
terlalu puitis. Hello, hidup memang dibuat puitis.
_____00____
.
. .. . .
Aku
merindukanmu,setengah mati merindu
Tiada
henti merindukanmu
Masih
hatiku untukmu
Aku
tetap menunggumu.
.
. . .
*Author
POV
Prrrrrrakkkk.
Prrrrkkkk…. Prraakkkk…
Sorai
tepuk tangan berdendang ria di salah satu mall di Jakarta, suara menggelegar
dari Alif Matata begitu membuat para pendengarnya bersorak histeris. Usai
manggung,Alif meladeni matatastory yang berkerumunan di lantai bawah mall ini.
foto bareng,dan tanda tangan telah menjadi pekerjaan baru Alif sejak satu tahun
yang lalu.
To
Be Continue
Terimakasih yang masih nyempetin singgah di FF ini.
kalau masih garing, atau semacamnya, ntar dikoreksi deh di chapter
selanjutnya.. leave your comment guys. J
17.44
|
Label:
FANFICTION
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Pages
Popular Posts
-
Puisi ini aku buat pada tanggal 28 Maret 2015, hari dimana aku ulang tahun, dan idola aku juga meninggal di hari sebelumnya. Olga Syahputra....
-
Annyeong!!!! Chapter VII sudah datang… Nungguin yaaa? –Enggak! L -- This is the next story of “My Mind”. Selamat membaca !!! Ti...
-
Nah, tema kali ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang sering banget kita lakukan. Tapi, tahu gak sih, kalau beberapa dari kebiasaan kita i...
-
Titel : Me + You = Love Author : Muthmainnah (@ienhainha) Cast : Alif matata, Nabila Althafunnisa (OC) Support cast : Ozy Adrians...
-
The Blue Diary Bab 5 “Fact” Buku diary itu masih terbuka dan tersimpan rapi di atas tangannya. Tapi sekarang, bada...
-
MEMBACA BASMALAH DI SETIAP MEMULAI AKTIVITAS Assalamu ’ alaikum Wr.Wb. Hallo teman-teman semua. Kali ini, aku nge-post lagi hal-h...
-
fAKTA DI BALIK BERSIN DAN MENGUAP Assalamu ’ alaikum wr. Wb. Kali ini, aku akan membahas sedikit tentang fakta dari bersin dan me...
-
JANGAN KULIAH KALAU TIDAK SUKSES (Furqon Kholid) A. Hukum-hukum kehidupan 1. Hukum kelembaman “sebuah benda ya...
-
Hayy readers… Ini FF pertamaku,maaf kalau banyak kekurangan, ini semata untuk menuangkan pikiranku … maybe bakalan garing, atau ban...
-
Chapter V datang menyambung cerita kemarin… Selamat membaca !!!! Title : My Mind Author : Muthmainn...
2 komentar:
Next thor :)
ditunggu chapter berikutnya matatastory
Posting Komentar