FF My Mind [ Chapter 3 ]
Assalamualaikum…
Wah, ini udah chapter
III yaaa??? Ada yang lirik gak yaaa??? Ada dong!! Hikshikshiks…
Udah, udah, gak mau
banyak cincong di sini, suka atau enggak, yang penting dikasih kritik dan saran
deh.
Check it out !!!!!!
Hasaeyo!!!
Title : My Mind
Author :
Muthmainnah
Cast :
Kim Jong In (EXO), Kim Soo Jin (OC), Lee
Hye Ri (OC), Soo Yoo Ra (OC), Kang Minhyuk (CNBlue)
Genre :
School life, family life, romance,
friendship, sad (?)
Length : Chaptered.
My Mind
Chapter
III
___!!!___
Namja berkulit tan itu
sedikit bergerak, perlahan Ia membuka bola matanya yang serasa berat itu. Masih
remang-remang dalam pandangannya, terlihat hanya bercak-bercak putih hitam,
namun tak berapa lama, kedua manic hitamnya berpandangan pada seorang yeoja
yang kini tersenyum padanya.
“Noona, sedang apa
noona di sini?” Tanya Kai.
“Jong In-ah, kenapa
ini bisa terjadi? Emh?” Tanya Noona Kai yang bernama Kim Soo Jin.
Kai tidak lekas
menjawab. Ia berusaha mengingat apa yang diingatnya tadi.
“Jong In-ah.” Tegur
Kim Soo Jin
“Ne?”
“Kenapa kamu tiba-tiba
pingsan?” Lanjut Kim Soo Jin.
“Entahlah.” Jawab Kai
seraya berusaha untuk bangkit dari pembaringannya.
“Kyaa, istirahat saja
dulu.” Cegah Soo Jin.
__!Kai
POV!__
Siapa dia. Semua
sangat singkat, kenapa hanya secuil itu yang muncul di ingatanku, dan kenapa itu hanya Nampak samar-samar. Tidak
ada yang dapat aku terka sama sekali dari apa yang muncul tadi, semua seperti
mimpi lima detik, yang ketika aku bangun semua sudah hilang. ‘jaga ini?’
‘pabo?’ Apa orang yang mengatakan hal itu adalah orang yang sama?
“Jong In-ah.
Geumanhae. Kakak tau, kamu pingsan gara-gara berpikir keras kan? Noona sudah
bilang, tidak usah memaksakan dirimu, Kai!” Ujar noona-ku menatapku iba.
“Noona!” Tegurku.
“Emh?”
“Mianhae. Kamu pasti
khawatir.”
“Kamu tau itu
ternyata. Yasudah, kamu istirahat dulu, sementara noona memintakanmu izin untuk
pulang, eoh?” Usulnya.
“Noona duluan saja,
aku sudah baikan.”
“Kai!”
“Gwaenchana, jinjja.
Lagian pulang sekolah nanti aku harus ke sanggar.” Jelasku meyakinkannya.
Ia terdiam sejenak.
Mungkin dipikirannya sekarang adalah ‘adik yang keras kepala’.
“Baiklah. Kamu
hati-hati ya.” Sahutnya pula.
Aku pun mengangguk,
memandangi langkah kakinya meninggalkan ruang kesehatan sekolah ini. Aku hanya
mampu tersenyum getir, di balik tirai putih ini ternyata aku seorang diri.
Sejak tiga tahun yang lalu, hanya ada noona dan keluarga tuan Soo yang ada di
kehidupanku. Yaaa, hanya mereka, tak seorang pun yang lain, dan di dalam
kesendirian itu ada sosok yang terus menemaniku, mendengar celotehku, Soo Yoo
Ra.
Ternyata aku tidak
punya siapa-siapa selain mereka. Lalu bagaimana kehidupanku sebelumnya? Apa
semengerikan ini juga? Tanpa teman? Tanpa orangtua? Entahlah, mungkin sebaiknya
aku menuruti kata noona-ku, ‘ketika kamu melupakan sesuatu dan sangat sulit
mengingatnya, mungkin itu bukan sesuatu yang baik untuk kembali kamu ketahui.’
___!!!___
“Author
POV”
Jam pulang tiba. Warga
SMA Chang sudah bertebaran di halaman sekolah. Sudah sangat riuh suasana di
sekolah ini. Salah satu dari murid yang bertolak pulang itu adalah Lee Hye Ri.
Ia tengah berjalan santai, mengayunkan kedua kakinya dengan anggun.
Deg!
Pemandangan di
depannya membuatnya berhenti, tatapannya hanya dipenuhi oleh sosok yang kini
terbias dalam cermin bola mata indahnya. Namja yang berdiri mengedarkan
pandangannya ke halaman sekolahnya itu kini berbicara dengan matanya. Mata
keduanya beradu, sorot mata keduanya penuh Tanya, ‘apa dia
memperhatikanku?’, seperti itulah makna
adu tatapan mereka.
Hye Ri sedikit
tercengang, namja itu melambaikan tangannya dan tersenyum.
‘Chakkam! Apa dia
melambaikan tangan padaku? Tentu saja, memangnya dia punya kenalan selain aku
di sekolah ini? Aigoo, setelah kemarin diam seribu bahasa tanpa menyapa, dan
sekarang sudah berani? Yayaya, lihatlah dirimu Jong In, benar-benar
menyebalkan.’ Batin Hye Ri.
Hye Ri menarik
bibirnya, dengan anggun Ia kembali melangkahkan kakinya menuju pintu gerbang
tepat dimana Kai berdiri. Tapi, baru beberapa langkah, Ia kembali terhenti.
Seorang gadis melampauinya dengan sigap sembari melambaikan tangannya pada Kai.
Lengkungan bibirnya terpaksa memudar, terlebih saat gadis itu bercanda ria
dengan Kai di depan gerbang.
“Kyaaa, kamu belum
pulang, pen?” Tanya Kang Minhyuk menepuk pundaknya.
“Ini udah mau pulang.”
Ketus Hye Ri.
“Minhyuk-ssi, kemari
sebentar.” Teriak gadis yang melampaui langkah Hye Ri tadi, Yoo Ra.
“Ne.” Sahut Kang
Minhyuk seraya berjalan menarik tangan Hye Ri menuju pintu gerbang.
“Aaaa, Oppa, dia Kang
Minhyuk, satu kelasku dan juga Ketua OSIS di sekolah ini.” Tutur Yoo Ra.
“Annyeonghasaeyo, Kang
Minhyuk imnida.” Sahut Minhyuk, seperti biasa seulas ‘smiling eyes’ sudah
berniaga di wajahnya.
“Ne, Kim Jong In
imnida. Kamu juga boleh memanggil saya Kai.” Jelas Kai pula seraya tersenyum.
Kang minhyuk memberi
kode pada Hye Ri yang sedari tadi hanya diam.
‘Apa aku harus
perkenalkan diri lagi di hadapannya? Ini buang-buang waktu, dia kan sudah tau.
Untuk apa.’ Pikir Hye Ri.
“Annyeonghasaeyo
eonni, choneun Soo Yoo Ra imnida. Kamu temannya Kang Minhyuk?” Yoo Ra
memperkenalkan dirinya dengan manis ketika menyadari keberadaan Hye Ri di
samping Kang Minhyuk.
“Hye Ri imnida. Lee
Hye Ri.” Tutur Hye Ri tak bersemangat.
‘Lee Hye Ri?’ Batin
Kai.
“Emmm, mian kami harus
segera pulang, aku buru-buru.” Tukas Kai usai melenyapkan nama ‘Hye Ri’ itu
dari pikirannya.
“Kamu mau kemana?”
Tanya Yoo Ra.
“Kemarin aku tidak ke
sanggar, aku harus ke sana hari ini.” Lanjut Kai.
“Aaaaa.” Yoo Ra
membenarkan.
“Sanggar?” Celetuk
Minhyuk.
“Eoh, dia itu calon dancer
terbaik. Dia udah sering ngelatih beberapa club dance, dia juga menjuarai
beberapa kompetisi dance.”
Jelas Yoo Ra semangat, yang kemudian hanya mendapat senggolan siku dari Kai.
“Jinjja?” Seru Kang
Minhyuk lagi.
“Mari kapan-kapan kita
jalan bareng. Kahakkae!” Pamit Kai.
Minhyuk hanya memberi
salam senyuman mengiring langkah Kaki Yoo Ra dan Kai yang kini berlalu dari
gerbang sekolahnya. Sementara Hye Ri, masih menampakkan sorot mata kesal.
‘siapa gadis itu, pertanyaan yang bukan untuknya malah dia jawab dengan tukas?
Memang dia apanya Kai?’ Pikir Hye Ri mengerucutkan bibirnya.
“Pen, gwaenchana?” Tegur
Kang Minhyuk.
“Yoo Ra, nugundae?”
Tanya Hye Ri balik.
“Murid baru. Wae ?”
Lanjut Kang Minhyuk.
“Aniya. Kaja!” Seru
Hye Ri dengan mantap berlalu lebih dulu meninggalkan Kang Minhyuk.
___!!!___
“Kai
POV”
Tidak terlalu jauh
untuk sampai di sanggar dance tempatku. Sekarang ini aku kembali mengajak Yoo
Ra untuk menemaniku selama di sanggar. Semua penghuni (?) di sana juga sudah
mengenal Yoo Ra dengan baik. Mereka bahkan mengira kami ‘pacaran’, padahal
tidak sama sekali.
Dan!
Lee Hye Ri? Nama yeoja
itu kembali terbesit dalam ingatanku, apa iya ‘Lee Hye Ri’ yang memberikan
gantungan itu adalah gadis tadi? Tapi wajahnya sangat asing, pertemuan tadi pun
tidak berdampak apa-apa pada ingatanku. Em, baiklah. Korea sangatlah luas,
tidak mungkin ‘Lee Hye Ri’ Cuma satu di Negara ini.
Aku memperhatikan Yoo
Ra di sampingku yang kini bermain dengan ponsel pink-nya. Aku yakin, dia tengah
bermain SNS dan memposting sekian banyaknya status. Aigoo, dia memang anak
kecil.
“Kamu bilang murid di
sana menyebalkan, tapi tadi kamu terlihat sangat dekat dengan namja itu.”
Ujarku, menghentikan aktivitasnya.
“Entahlah, pas jam
makan siang tadi dia jadi lebih baik dari sebelumnya.” Jelasnya.
“Aaaa.” Aku hanya
membenarkan. Langkah kami terus berayun santai menikmati hiruk-pikuk kota
Seoul.
Tak berapa lama
kemudian, aku sudah tiba di muka sanggar dance ‘teleport’. Seperti biasa, Yoo
Ra menunggu di ruang tunggu, dia sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk
mengganjal perutnya yang pasti akan kelaparan menungguku berlatih.
Sejurus kemudian, aku
sudah mantap di ruang tempat anggota sanggar berkumpul dan sekaligus tempat
untuk berlatih. Cermin luas dan besar memanjakan mataku, aku bahkan melihat
sosokku sendiri di sana. Ternyata aku ‘keren’ juga. –Omeeeh,Jong In PeDe—.
beberapa menit
selanjutnya, semua orang sudah berkumpul. Irama lagu beat pun mulai terdengar,
perlahan kakiku berayun ke depan, tubuhku pun ikut berirama, dan selanjutnya
aku bersama anggota dance teleport menari dengan gerakan yang lebih cepat
mengikuti musik.
Inilah duniaku. Di
luar ingatan yang ditelan lautan ini, dan diluar keinginanku untuk mengingat
semuanya, ‘dance’ adalah hal yang bisa menyembuhkan kejenuhanku akan hal itu.
Apa kamu pernah merasa terbang? Berlari di sisi rumah sendirian dengan bebas?
Membiarkan bahasa tubuhmu berbicara? Mengeluarkan semua uneg-unegmu secara
pasti? Gerakan-gerakan yang seolah menemani duniamu yang kamu rasa kosong?
Seperti itulah ‘dance’ bagiku. Menurutku, setiap inchi gerakanku adalah suara hatiku.
Bagaimana gerakanku adalah suara hatiku? Karena aku menari dengan ‘hati’.
Ini sudah sangat lama,
sekitar satu jam berkutat di depan cermin yang besar, memperhatikan bagaimana
lenggokan tubuhku. Usai berlatih, aku keluar, sesempat mungkin bertutur sapa
dengan yang lain sebelum pulang.
Aigoo. Yoo Ra. Gadis
kecil itu tertidur di ruang tunggu ini, pasti dia kelelahan menungguku. Aku
duduk di sampingnya, memperhatikannya dengan seksama. Yah, aku bingung, gadis
kecil ini selalu punya kedewasaan yang bisa menenangkanku, nasehatnya,
candaannya, wuusshhh…. ‘adik kecil’.
“Oppa!” Sahutnya. Ia
tiba-tiba terbangun dan mendapatiku memperhatikannya.
“Kamu lelah?” Tanyaku.
“Emm… Kaja!” Serunya
seraya beranjak dari duduknya dan membereskan beberapa bungkus cemilan yang tergeletak
di sampingnya.
Aku dan dia pun
berjalan menyusuri jalanan yang mulai gelap oleh langit malam. Sebelum pulang
ke rumah, aku akan mengantar anak kecil ini kembali ke istananya, dia harus
cuci muka, cuci kaki, minum vitamin dan tidur. –Anak kecil beneran dong—.
Usai dari rumahnya aku
memutar arah menuju rumahku. Udara dingin mulai menusuk tubuhku, aku segera
mempercepat langkah, semakin aku lamban, semakin kuat rasa dingin ini
menghantamku.
Tapi, tunggu! Aku
tidak salah lihat bukan? Yeoja yang sedang duduk di seberang restaurant sana
adalah Lee Hye Ri. Yaa, kurasa dia. Dan, lihat bagaimana kakiku membelok masuk
ke dalam restaurant itu, entah untuk apa, dari mana aku mengambil inisiatif
masuk ke dalam sini? Sudahlah, aku sudah terlanjur berada di dalam sini dan
yeoja itu kini melihatku. Tanpa berpikir lama, segera kutarik kursi di
hadapannya, dan lagi, dia hanya melongo.
“Hye
Ri POV”
Kai?
Sedang apa dia di
sini? Omo, dia duduk di depanku? Dan, dia tersenyum? Kyaaa, apa kali ini senyum
itu untukku? Tidak ada orang lain di belakangku bukan?
“Lemon tea!” Teriaknya
pada waitress yang usai meladeni beberapa pelanggan di meja lain.
“Kamu pesan apa?”
Tanyanya santai padaku. Apa sesuatu tengah terjadi padanya? Setelah
mengacuhkanku di jalan, dan di depan sekolahku, dia sekarang terlihat ramah.
Dan dia bertanya aku pesan apa? Apa dia pura-pura lupa, jelas-jelas dari dulu
kesukaan kita sama, ‘lemon tea’. Baiklah, anggap saja dia lupa.
“Aku sudah lebih dulu
memesan lemon tea.” Sahutku tegas.
“Aaaa, ternyata kita
sama.” Ujarnya tersenyum. Hah, dia baru sadar? Kemana ingatanmu Jong In?
Tak berapa lama
pesanan kami pun datang.
Dia diam, menatapku
sampai ke dalam matanya. Kyaaa, aku tidak bisa beradu pandangan denganmu Jong
In, turunkan tatapanmu itu, atau jantungku benar-benar akan loncat dari
tempatnya sekarang juga. –What the hell?—
“Lee Hye Ri.” Serunya
yang hanya membuatku kaget heran.
“Ne?”
“Aniya. Aku sedang
tidak menyebut namamu.” Tuturnya seraya menyeruput minuman di depannya yang
baru saja di antar oleh pelayan kafe.
Mwo? Lalu kenapa kamu
harus menyebut ‘Lee Hye Ri’ di depanku, pabo. Dan lihatlah, dia hanya sibuk
dengan segelas lemon teanya, dia bahkan tidak membahas tentang kepulangannya ke
Korea, tentang bagaimana aku sepeninggalnya, atau bagaimana kehidupannya selama
di China. Tidak mungkin aku yang memulai pembahasan itu, yang pergi itu kamu
pabo.
TBC—
Chapter
III udah selesai. Chapter IV nyusul di hari Senin
atau Rabu yang akan datang insya Allah.
19.37
|
Label:
FANFICTION
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Followers
Pages
Popular Posts
-
Puisi ini aku buat pada tanggal 28 Maret 2015, hari dimana aku ulang tahun, dan idola aku juga meninggal di hari sebelumnya. Olga Syahputra....
-
Annyeong!!!! Chapter VII sudah datang… Nungguin yaaa? –Enggak! L -- This is the next story of “My Mind”. Selamat membaca !!! Ti...
-
Nah, tema kali ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang sering banget kita lakukan. Tapi, tahu gak sih, kalau beberapa dari kebiasaan kita i...
-
Titel : Me + You = Love Author : Muthmainnah (@ienhainha) Cast : Alif matata, Nabila Althafunnisa (OC) Support cast : Ozy Adrians...
-
The Blue Diary Bab 5 “Fact” Buku diary itu masih terbuka dan tersimpan rapi di atas tangannya. Tapi sekarang, bada...
-
MEMBACA BASMALAH DI SETIAP MEMULAI AKTIVITAS Assalamu ’ alaikum Wr.Wb. Hallo teman-teman semua. Kali ini, aku nge-post lagi hal-h...
-
fAKTA DI BALIK BERSIN DAN MENGUAP Assalamu ’ alaikum wr. Wb. Kali ini, aku akan membahas sedikit tentang fakta dari bersin dan me...
-
JANGAN KULIAH KALAU TIDAK SUKSES (Furqon Kholid) A. Hukum-hukum kehidupan 1. Hukum kelembaman “sebuah benda ya...
-
Hayy readers… Ini FF pertamaku,maaf kalau banyak kekurangan, ini semata untuk menuangkan pikiranku … maybe bakalan garing, atau ban...
-
Chapter V datang menyambung cerita kemarin… Selamat membaca !!!! Title : My Mind Author : Muthmainn...
0 komentar:
Posting Komentar