FF My Mind [ Chapter 6 ]



Assalamualaiku chingudeul…J Ada yang masih mau baca kelanjutan cerita dari ingatan-ingatan Kai yang terlupa??? Semoga masih ada… J
Yaudah, ini dia cerita selanjutnya. Hope you like it !!!

Title           :  My Mind
          Author        : Muthmainnah
          Cast            : Kim Jong In (EXO), Kim Soo Jin (OC), Lee Hye Ri (OC), Soo Yoo Ra (OC), Kang Minhyuk (CNBlue)
          Genre                    : School life, family life, romance, friendship, sad (?)
          Length        :  Chaptered.

My Mind

Chapter VI
Sudah sekitar dua jam, Kai memberi arahan dan gerakan tambahan pada anggota ekskul dance, Ia kini membubarkan kelas dan tanpa sadar Ia menari sendiri. Tidak peduli bagaimana kini Minhyuk dan Hye Ri memperhatikannya seraya menghampirinya.
Minhyuk hanya tersenyum simpul melihat Kai yang masih melanjutkan kesibukannya usai melatih. Sementara Hye Ri menatap Kai serius, dan di detik ketika Kai berhenti menari menghadap ke arah keduanya, Minhyuk memberi tepukan tangan yang cukup meriah.
“Kenapa kamu harus menari Kai?” Hye Ri tiba-tiba bersuara.
Minhyuk segera melempar pandangannya ke arah Hye Ri yang sekarang tengah memperhatikan Kai.
“Ne?”
“Apa hanya dance? Eoh?” Lanjut Hye Ri agak sinis.
Kai tidak menjawab. Sesuatu kembali berhambur dalam ingatannya. Beberapa video kembali terekam, bola mata indahnya memutar kebingungan, menanggapi kepalanya yang sedikit linglung.
“Kyaa, Kenapa kamu harus menari, Kai? Apa hanya dance?”
“Neo pabo. Apa kamu bisa berhenti menari? Aku tidak suka melihatnya!”
“Apa ini gerakan terbaikmu?”
Semua melayang-layang dalam pikirannya. Kini, Ia antara dapat mengimbangi tubuhnya dan tidak. Sontak membuat wajah Hye Ri dan Minhyuk kebingungan dan khawatir.
“Gwaenchana?” Tanya Minhyuk memegangi Kai yang sudah hampir terhenyak.
“Kyaa,apa pertanyaanku kasar? Mian.” Ujar Hye Ri pula.
“Hye Ri-ah, aku akan keluar memanggil Yoo Ra. Kamu disini, eoh!” Perintah Minhyuk cemas, yang kemudian disambut anggukan oleh Hye Ri.
“Kyaa, wae geurae? Mianhae. Kai! Kyaa, Kim Jong In, ireona!” Seru Hye Ri panic seraya mengguncangkan tubuh Kai yang meskipun sadar tapi benar-benar tak berdaya.
“Mianhae.”
Kai menatap dalam Hye Ri yang terus-terusan meminta maaf padanya.
“Aku tidak punya maaf, kenapa kamu terus memintanya?” Jawab Kai lemas.
“Kyaaa!” Seru Hye Ri yang kini melihat Kai menyunggingkan sebuih senyum tak sempurna di sudut bibirnya.
“Oppa!”
Yoo Ra pun tiba dengan wajah panic. Ia segera menghampiri Kai.
“Oppa,gwaenchana? Oppa. Aku telpon Soo Jin eonni, eoh?” Lanjut Yoo Ra.
“Andwae. Andwae Yoo Ra-ah. Nan gwaenchana.”
Kai perlahan bangun dan memperbaiki duduknya.
“Mianhae!” Seru Hye Ri lagi.
“Kyaa, gwaenchana!” Serbu Kai kemudian.
“Oppa, aku akan mengantarmu pulang. Kaja!”
Yoo Ra membantu Kai untuk berdiri, sementara Minhyuk dan Hye Ri masih menyimpan rasa cemas dalam pandangan mereka.
Yoo Ra dan Kai pun berlalu. Kini, hanya ada Minhyuk dan Hye Ri dalam ruangan yang hening itu.
“Kyaa, apa maksud perkataanmu tadi pada Kai?” Tanya Minhyuk yang lebih ke nada menegur.
“Mianhae.”
“Hye Ri-ah, wae geurae? Eoh?”
“Nado molla. Aku tiba-tiba saja ingin mengatakannya lagi padanya.”
“Lagi? Kamu pernah mengatakan hal yang sama sebelumnya?”
‘Emm. . . tiga tahun yang lalu, saat dia tidak mendengarku ketika aku berbicara dan dia hanya peduli pada tariannya.’ Batin HyeRi.
“Aku duluan!” Seru HyeRi lesuh.
Ia pun meninggalkan Minhyuk di ruangan dance itu sendirian, yang tengah terpaku pada kebingungan.
___!!!___
Yoo Ra dan Kai tidak langsung kembali ke rumah. Mereka melesak masuk ke sebuah kafe yang tidak terlalu ramai akan pengunjung. Keduanya duduk di salah satu meja kafe nomor 12.
“Kai! Ada apa? Terjadi sesuatu dengan ingatanmu?” Tanya Yoora serius.
“Yoo Ra-ah, eotteohke? Aku hanya melihat semuanya samar-samar. Kenapa tidak ada yang tergambar jelas?” Adu Kai.
“Mwondae?”
“Seseorang mengatakan padaku ‘apa itu gerakan terbaikmu?’, ‘Kyaa, Kenapa kamu harus menari, Kai? Apa hanya dance?’, ‘Neo pabo. Apa kamu bisa berhenti menari? Aku tidak suka melihatnya!’.”
“Siapa yang bilang seperti itu?”
“Sepertinya Lee Hye Ri.”
“Lee Hye Ri?”
“Emm, pemberi gantungan merpati itu.”
Lee Hye Ri teman Kang Minhyuk?”
“Nado molla. Aku tidak ingat apa-apa tentang itu. Lee Hye Ri. Apakah teman Minhyuk, ataukah orang lain.”
Sejenak keduanya terdiam. Membiarkan ruang hampa di antara mereka terdesir angin lembut. Kai masih meraba-raba ingatannya, sementara Yoo Ra hanya menatap kosong pada Kai.
___!!!___
Hye Ri tiba di rumahnya, tanpa membuka kaos kakinya, Ia segera berbaring menatap ke atas langit-lagit kamarnya.
‘ada apa dengannya?’ Gumamnya.
___! Flashback !___
Kai. Namja berkulit tan itu tengah menari dengan lihai, sementara Lee Hye Ri memperhatikannya dengan sangat sinis.
“Kyaaa!” Teriak Hye Ri.
Kai masih tidak menanggapi, padahal sudah berkali-kali Hye Ri memanggilnya. Ia masih sibuk dengan gerakan-gerakan yang baru dibuatnya. Sudah sangat gereget. HyeRi beranjak dari tempat duduknya dan tangan kanannya bergerak cepat menekan tombol off  pada tape yang tengah bersenandung itu.
“Kyaaa!” Tegur Kai ketika melihat di sampingnya sudah ada HyeRi dengan senyum seringainya.
Kai berbalik dengan melototi Hye Ri yang tengah bertolak pinggang.
“Kyaa!!! Apa kamu tidak dengar? Dari tadi aku memanggilmu pabo.” Ujar HyeRi mendekat pada Kai.
“Eoh. Aku tidak dengar. Nyalakan lagi musiknya.” Jawab Kai santai.
“Mwo? Apa yang tadi itu gerakan terbaikmu?”
“Mwo?”
“Kyaa, kenapa kamu harus menari Kai? Apa hanya dance? Kamu bahkan tidak peduli ketika aku datang?”
“Memangnya kenapa aku harus peduli, eoh? Apa kedatanganmu penting?” Sungut Kai yang seketika hanya membuat HyeRi mengernyitkan keningnya dengan tatapan tak terima dengan perkataan Kai. Sementara Kai, tiba-tiba melemparkan wajah bersalahnya.
“Mian!” Seru Kai polos.
HyeRi tidak menjawab, Ia segera meninggalkan ruangan yang menurutnya  tidak pantas untuk Ia tempati. Kai berusaha mengejarnya, namun HyeRi jauh lebih kuat untuk menghindar dari kejaran Kai. Menyesal, pasti. Kata-katanya barusan, mungkin saja sudah menjadi sayatan bagi HyeRi, yang pergi tanpa sepatah katapun.
Kai berjalan gontai, menyusuri keremangan ibu kota. Ia teringat sesuatu. Danau? Yaah, tempat favorit keduanya adalah danau di sekitar tempat tinggal mereka. Dengan langkah pasti, Kai berjalan menuju danau. Masih dalam jarak yang cukup jauh, tapi mata Kai sudah menangkap seorang yeoja dengan dress hijau tengah duduk memeluk kedua kakinya sendiri di tepi danau itu. Hye Ri? Yaa, siapa lagi.
Sejurus kemudian, Kai sudah tak lagi di tempatnya, kini Ia tinggal beberapa langkah lagi dari jarak Hye Ri berada.
“Gwaenchana?” Tanya Kai, ketika Ia ikut duduk di samping HyeRi yang sama sekali tidak menggubris kehadirannya.
“Mianhaeyo!” Seru Kai lagi.
“Kyaa, apa kamu tidak dengar? Dari tadi aku memanggilmu pabo!” Lanjut Kai.
Kali ini, ucapannya mampu mencuri perhatian HyeRi dari keheningan pandangannya di depan sana.
“Kenapa kamu kesini?”
“Tentu saja untuk bertemu kamu HyeRi-ssi.”
“Bertemu denganku? Apa aku penting bagimu?”
“Kyaa, kamu kan yeojachingu-ku, bagaimana mungkin kamu tidak penting?” Jawab Kai tersenyum, yang kemudian disambut ‘ish’ ria dari HyeRi yang mengerucutkan bibirnya.
“Mianhae!” Seru Kai kemudian.
“Kamu bilang aku penting? Lalu bagaimana dengan dance yang selama ini selalu  menjadikanku nomor dua?”
Hye Ri-ah? Lalu, apa akuu penting bagimu?” Tanya Kai pula.
“___”
“Kalau aku penting bagimu, dukung aku ketika aku tengah berada di satu sisi bahagiaku. Eoh?”
“___”
Hening sejenak, Kai memandangi HyeRi yang kini menatap lurus ke depan danau. Sunyi dan sepi, keduanya bungkam membiarkan ego masing-masig berbicara dalam hati.
___! Flashback end  !___
HyeRi tersenyum mengingat masa-masa yang sudah tiga tahun lamanya lenyap dalam pikirannya. Setelah sekian lama, Kai kembali muncul dan memaksanya untuk kembali terkenang pada masa-masa remajanya. Bersama Kai, bersama semua debu ‘sarang’ yang pernah ada.
___!!!___
HyeRi tengah beradu dengan dinginnya kota Seoul. Pagi ini Ia kembali menjalani rutintas libur sekolahnya seperti biasa. Ia berayun santai menuju sebuah toko, dengan masih menggunakan piyama dan rambut dikuncir.
Perlahan langkah kakinyasemakin menipis, tatapannya pun terlihat nyalang, ada sesuatu di depan sana yang mencuri perhatiannya.
‘Nyonya Kim?’ Gumamnya.

TBC—
Eottaeyo??

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

About Me

Total Tayangan Halaman